Tatanan Normal Baru,mau ke Istana Presiden, Wajib Pakai Masker

Jakarta-Phasivic, Dilansir dari suara phasivic com, dimana Istana Kepresidenan mulai menerapkan tatanan normal baru menghadapi penyebaran pandemi virus corona. Sejumlah aspek mulai dilakukan dimulai dari kegiatan harian, hingga acara kenegaraan yang diselenggarakan di Istana disesuaikan dengan merujuk pada protokol kesehatan yang ketat.

Heru mengatakan, salah satu fasilitas yang akan menerapkan tatanan normal baru di Kompleks Istana Kepresidenan, dimulai dari  Masjid Baiturrahim. Dimana nantinya, masjid tersebut hanya akan menampung 20% dari kapasitas maksimal. Masjid Baiturrahim dapat menampung 750 jemaah. Namun ketika penerapan tatanan normal baru, Masjid Baiturrahim hanya akan menampung sekitar 150 jemaah.

Selain itu, sabun dan disinfektan ditempatkan di beberapa titik, seperti tempat wudhu dan saat memasuki masjid. “Saya rasa dengan kita sudah menggunakan konsep-konsep new normal ini, kita bisa beribadah dengan nyaman,” kata Heru.

Adaptasi kebiasaan baru juga diterapkan dalam kegiatan-kegiatan Presiden di Istana. Untuk acara pelantikan misalnya, pejabat yang hadir dibatasi antara 5-7 orang. Setiap tamu yang berkunjung ke Istana juga harus mengikuti prosedur pengujian tes cepat corona.

Menurut Heru, prosedur tersebut telah berlangsung selama 2-3 pekan tanpa ada keluhan. “Begitu juga pakai masker. Awalnya kan kita suruh pakai masker, ada yang pakai, ada yang tidak. Sekarang semua pakai masker,” kata Heru.

Selain itu, para tamu yang hadir dalam acara di Istana harus menjaga jarak. Pihak Istana pun kini memfasilitasi upacara peringatan secara virtual. Sementara itu, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengatakan, perubahan juga terjadi dalam hal peliputan acara Presiden di Istana. Biasanya, wartawan harus hadir langsung di lokasi ketika ada acara di Istana. Namun, saat ini, hal tersebut dikurangi dengan bantuan siaran langsung serta konsep TV pool dan photo pool. “Kendaraan juga akan berkurang yang tadinya 10 (penumpang) mungkin jadi 5 (penumpang). Karena itu adalah keharusan yang harus dijalankan,” kata Bey.

Katadata.co,id |suara phasivic | suara-merdeka.com | Google.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *