George Floyd: ‘Akhiri penderitaan ini,” kata sang adik kepada Kongres AS

Adik George Floyd yang kematiannya dalam tahanan polisi telah memicu aksi protes di berbagai belahan dunia, mendesak Kongres AS untuk menyetujui reformasi kepolisian dan “mengakhiri penderitaan”.

AS-suara-merdeka.com, Philonise Floyd mengatakan dalam sidang dengar pendapat dengan Kongres AS bahwa jangan sampai kakaknya menjadi “nama lain dalam daftar”.

“Jadilah pemimpin yang dibutuhkan negara ini, dunia ini,” kata Floyd.

George Floyd meninggal di Minneapolis pada Mei lalu ketika seorang polisi kulit putih berlutut di lehernya selama hampir sembilan menit.

Saat-saat terakhirnya direkam dengan telepon genggam. Empat petugas polisi yang terlibat telah dipecat dan didakwa atas kematiannya.

Secara terpisah, Presiden Donald Trump mengisyaratkan bahwa rencana pemerintahannya untuk menangani masalah unjuk rasa dan kebrutalan polisi telah mencapai “suntingan akhir” dan rencana itu bisa diumumkan pada “hari-hari mendatang”.Hak atas fotoEPAImage captionMourners paid respects before the service

‘Akhiri penderitaan ini’

Anggota parlemen di Komite Kehakiman Dewan Perwakilan Rakyat mendengarkan testimoni dari sejumlah pegiat hak sipil dan pejabat penegak hukum, sehari setelah acara pemakaman George Floyd, 46 tahun, di Houston.

Komite berencana untuk mengusulkan sebuah rancangan undang-undang yang bertujuan menghentikan kekerasan polisi dan ketidakadilan rasial ke DPR yang dipimpin partai Demokrat.

RUU ini muncul di tengah debat nasional – dan dalam banyak kasus, internasional – tentang praktik dan akuntabilitas polisi, serta lebih umum tentang kesenjangan rasial.

“Saya di sini untuk meminta Anda mengakhirinya. Akhiri penderitaan ini,” kata Philonise Floyd (42 tahun) dengan emosional kepada anggota parlemen.

“George meminta bantuan dan ia diabaikan. Tolong dengarkan permintaan saya pada Anda sekarang, permintaan keluarga kami, dan permintaan yang diserukan di jalan-jalan di seluruh dunia.

“Orang-orang yang turun ke jalan mengatakan kepada Anda bahwa sudah cukup.”

Dengan berlinang air mata, Floyd menambahkan: “Anak-anaknya harus menonton video itu. Itu menyakitkan … Anda tidak melakukan itu pada manusia … Nyawanya penting. Semua nyawa kita penting. Nyawa warga kulit hitam penting. Saya hanya berharap ia bisa kembali. Para petugas polisi itu, mereka bisa melanjutkan hidup. “

Ketua komite Demokrat, Jerrold Nadler, mengatakan: “Kita harus ingat bahwa [George Floyd] bukan hanya suatu gerakan, sekadar nama yang diteriakkan di jalan-jalan. Ia seorang manusia. Ia punya keluarga … kami berkabung atas kematiannya.”

RUU yang diusulkan partai Demokrat akan membuat hal yang disebut pencekikan polisi menjadi ilegal, mewajibkan pelatihan anti-rasisme bagi polisi, melarang petugas polisi yang dipecat pindah ke satuan lain, dan memudahkan penuntutan atas tindak penganiayaan.

Perwakilan partai Republik di Komite, Matt Gaetz, mengatakan bahwa meskipun berbagai unsur perlu “diperbaiki”, “Anda bisa mengandalkan kerja sama Partai Republik saat kami mempertajam ide-ide ini dan mudah-mudahan menyetujuinya dan membawanya ke meja presiden”.

Mengisyaratkan bahwa rencana pemerintah Trump mengenai masalah ini akan segera diumumkan, sekretaris pers Gedung Putih, Kayleigh McEnany, menegaskan rencana itu tidak akan meliputi pengurangan kekebalan bagi petugas polisi.

Ia mengatakan bahwa perhatian Trump ialah bahwa petugas polisi tidak boleh dicela.

Sebelumnya ia mengatakan bahwa sang presiden akan mengeluarkan “saran kebijakan proaktif, yang bisa berupa undang-undang atau perintah eksekutif”.

Kepolisian Minneapolis setuju reformasi

Saat sidang DPR berlangsung, kepala kepolisian di Minneapolis mengatakan bahwa lembaganya “sangat” bisa direformasi dan berjanji tidak akan membiarkan kematian George Floyd menjadi sia-sia.

Medaria Arradondo mengatakan salah satu langkah reformasi yang bisa dilakukan ialah menerapkan sistem peringatan dini baru untuk mengidentifikasi perilaku petugas polisi.

Pada hari Minggu, mayoritas anggota dewan kota berjanji untuk membubarkan departemen kepolisian dan menggantinya dengan model baru keselamatan publik.

Defund the police” atau “setop pendanaan polisi” diserukan oleh banyak pengunjuk rasa di seluruh negeri. Seruan itu ditentang Presiden Trump dan penantangnya dari Partai Demokrat dalam pemilihan presiden pada bulan November, Joe Biden.

BBC | suara-merdeka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *