Rektor UMS : Tidak ada masalah Tanah Kampus Di Sorong, Praktisi Hukum : Harus menggunakan Jalur Pradilan

“Agar tidak berdampak pidana, jalur yang ditempuh agar marga kalami mendapat haknya melalui Pradilan Umum dan Tata Usaha Negara”

Nasional.suara-merdeka.com,  Polemik tentang Kampus Universtas Muhamadiyah Sorong (UMS) akhir-akhir ini semakin memanas, dimana ada beberapa marga mengakui sebagai Pemilik Tanah  Kampus UMS tersebut yang dianggap sebagai tanah adat mereka,  disangkal Rektor UMS, menurut Rektor UMS saat Jumpa Pers belum lama ini mengatakan, bahwa Tanah yang diduduki Kampus UMS adalah milik UMS berdasarkan Sertifikat Hak Milik (SHM) yang mereka pegang.

“ Buktinya tanah tersebut, di SHM mengatas namakan Kampus UMS, soal tanah milik 3 Marga Tersebut, kita belum dapat bukti  bahwa sertifikat hak milik  kampus yang kami duduki milik mereka, “ ujar Rektor UMS Ali Muhamad.

Sedangkan Kepolisian menjaga kamupus mereka, menurut Rektor, agar Kondisi Kampus menjadi aman, sehingga aktivitas kampus jalan seperti biasa lagi.

Jika masih ada masyarakat yang mengakui kampus milik marga Kalami, klagalas klakalus disarankan melakukan langkah Gugatan Perdata di Pengadilan Negeri Sorong agar keberadaan Tanah Kampus di Kota Sorong lebih jelas.

“ Kalau ada putusan pengadilan mengatakan mereka sebagai Pemilik, kami siap menyerahkan Tanah ini,jika sebaliknya maka kami menganggap tanah kampus milik kami,” tegasnya.

Praktisi Hukum Albert Sunaryo berpendapat, Permasalahan Sengketa Tanah di Sorong Papua, harus ditempuh melalui Pradilan Umum atau Pradilan Tata Usaha Negara, agar Kekuatan Hukum lebih jelas, jika Marga Kalami mengakui Tanah mereka berdasarkan Rapat Adat Tertutup dan Terbuka, satu jalan yang ditempuh marga  kalami, dengan cara Gugatan melalui Pradilan.

“ Kan dasarnya hukum adat suda ada, satu jalan ditempuh melalui Pradilan agar mendapat kepastian hukum, salah satunya membatalkan SHM yang dipegang UMS, kalau menggunakan jalur Pemaksaan seperti itu, berbuntut akan berhadapan hukum diantaranya Penyerobotan, Pengrusakan, Penganiayaan dan lain sebagainya,” tegas Alumni UGM ini. (Ryan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *