Soal Anggaran Untuk Covid -19, Kisah Ikan Roa, Terancam Pidana Korupsi

PPNP-COVID 19 Berpusat di The Plaza Indonesia, Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat

NASIONAL-suara-merdeka.com, Ketua Umum LBH Phasivic  yang dikenal sebagai Presedium PERS NASIONAL Peliputan Covid -19 yang berpusat di Plaza Indonesia Jakarta Pusat,  R Mas MH Agus Rugiarto SH, mengambil sikap tegas untuk melaporkan kasus Ikan Roa di Gorontalo kepihak Kepolisian.

Penyebab Kasus Ikan Roa di Laporkan  karena  digunakan aitem dalam Pembagian Sembako  untuk 7.735 masyarakat  pada tahap Pertama  dengan nilai Anggaran Rp. 1.377.990.000,di Bonebolango Provinsi Gorontalo, yang merupakan Anggaran berasal dari Bantuan Langsung Pangan Daerah (BLPD).

“Jadi ceritanya gini, didalam Juknis BLPD setiap Paket Sembako, salah satu aitemnya Ikan Segar, kok bisa diganti Ikan Segar dengan Ikan Roa, disitu masalahnya, sehingga dugaan kecenderungan mark up harus di telusuri,” tegas Penasehat FKPPI Jakarta Utara ini.

Dalam kasus ini, Menurut Agus Anggaran BLPD di Gorontalo untuk Tahap Pertama dari  Pemerintah Provinsi sebesar Rp. 9.516.416.700, Pertahap, untuk dibagikan Kepada 53.418 masyarakat  dalam bentuk Sembako .

Karena Pihaknya  merasa ganjal dengan Ikan Roa atau Ikan Pengasapan, maka pihaknya  melaporkan Ke Polisi kasus tersebut, karena kewenangan PPNP Covid 19 sangat Terbatas, hanya sebatas memantau ,meneliti dan Meliput Berita.

 Diapun menambahkan, Pihaknya sudah melakukan Audents dengan Praktisi Prikanan terkait Ikan Roa, agar tidak menjadi multi tafsir, pihaknya membawa Permasalahan Ikan Roa kerana Penyidikan agar lebih jelas.

“Kalau  dirana Kepolisian ataupun Kejaksaan agar Lebih Jelas Permasalahan Ikan Roa Tersebut, kami tidak punya wewenang soal itu, kami tugas mengawasi, meneliti dan melakukan Peliputan Pemberitaan, “ ungkap Pimpinan Suara Phasivic.Com dan Dewan Redaksi  Nasional Suara Merdeka Com ini. (ardi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *