Korban Bisnis Investasi Logam Emas Mulia, Diminta melaporkan ke Kantor Pengacara Agus Flores di The Plaza Office Tower Lt.41 Jalan MH Thamrim

NATIONAL SUARA MERDEKA– Dengan adanya Laporan Korban bisnis investasi P.O Logam Mulia Antam ke Mabes Polri oleh Tim Kuasa Hukum Patners dari Pengacara Agus Floureze,  membuat Ketua Umum LBH Phasivic Agus Floureze membuka Posko Aduan Krisis Center di Plaza Indonesia .

Sehingga  Beberapa orang korban bisnis investasi P.O Logam Mulia Antam dengan sistem piramida, menjadi Prioritas LBH Phasivic untuk menelusuri Korban Bisnis “Haram” yang memakan korban cukup Banyak.

Laporan terhadap Pelaku RPS alias Sari yang mengakui sebagai distributor emas PT Antam yang telah gagal memenuhi pesanan (order) dari para korban berupa ratusan kilogram logam mulia Aneka Tambang (emas) . Akhirnya terancam akan masuk BUI, Terbukti Kuasa hukum Fernando Thendijaya, SH pada Kamis (02/07/2020) dengan nomor LP/B/0354/VII/ 2020/ BARESKRIM.

Bisnis yang memakan Kerugian Para Korban yang diperikrakan mencapai Rp. 300 Miliyar, pihak Kantor Pengacara Agus Floures sebagai Ketum LBH Phasivic, membukan Pengaduan Tertulis korban dari RPS tersebut.

“Kantor saya di The Plaza Office Tower Lantai 41 Merquee Kav.28-30 Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat membuka Posko Krisis Center, caranya para Korban menyampaikan Pengaduan Tertulis beserta salinan bukti-bukti , “ tegas Penasehat FKPII Jakarta Utara .

Diapun akan tetap melakukan Koordinasi dengan Mabes Polri terkait Penambahan Korban lain, dalam Bisnis PO Logam Mulia tersebut.

“Saya rasa ada orang di belakan RPS dalam bisnis ini “ Tegas

Melalui ketua tim kuasa hukumnya Ricky Umar A, SH, MM mengatakan, para korban bisnis investasi logam mulia yakni Putri Anindita Utarid sebagai Reseller Ring . 1 dan Alfa Paskarini Sawitri sebagai Reseller Ring 2.

Dan, juga ada beberapa korban lainnya juga sudah melapor ke Bareskrim yaitu Reseller Ring 1 Anggi Dwinia Noviana dan Muji Suryati , serta ada juga beberapa korban lainnya yang sudah melapor di Polda Metro Jaya ; dan kemungkinan ratusan korban lainnya akan menyusul dan membuat laporan.Ketua tim kuasa hukum Ricky Umar A, SH, MM.

“Sebelumnya korban telah menyampaikan 2 kali teguran dan somasi kepada terlapor Renny Permatasari pada bulan mei 2020 dan pertengahan Juni 2020. Namun, karena tidak ada penyelesaian, pada awal Juli korban melaporkan kasus ini sebagai tindak pidana ke Bareskrim Polri,” demikian kata Ricky, Senin (13/07/2020).

Pelaporan itu, menurutnya, menyangkut tindak pidana penggelapan, Penipuan sekaligus tindak pidana pencucian uang (TPPU). Tindak pidana penggelapan dan penipuan diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 372 dan 378. Sedangkan kasus TPPU diatur dalam Pasal-pasal di UU No 8 Tahun 2020 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU.

Ricky berharap Bareskrim segera menindaklanjuti pelaporan ini. “Seperti bisnisnya yang menggunakan skema piramida, kasus klien kami hanya gunung es yang terlihat di permukaan. Yang tak terlihat, akan lebih banyak korban akibat bisnis investasi emas dengan skema yang sama.”

Dengan mengungkap kasus ini dan menindak pelaku dan jaringannya , lanjut Ricky, maka akan mencegah jatuhnya ratusan korban- korban lain pada bisnis serupa yang menggunakan skema piramida atau skema Ponzi ini.

“Kami mendukung upaya Polri dan kami yakin laporan ini akan ditangani secara profesional dan modern sehingga kepercayaan rakyat terhadap Polri akan terus meningkat,” ujarnya menambahkan.

Modus Penipuan

Mengenai Modus dalam bisnis investasi logam mulia ini, Ricky mengungkapkan, yaitu dimana Terlapor Renny Permatasari mengaku sebagai distributor yang bekerjasama dengan Senior Antam yang mana emas yang di jualnya secara Pre Order ( PO) Tersebut didapat dari hasil lelang bersama temannya yang berbadan hukum PT.

Sehingga harga Logam Mulia yang dijualnya secara Pre Order tersebut jauh lebih murah di bawah harga pasaran , yang mana awalnya dari bulan April 2019 sampai dengan bulan oktober 2019 bisnis jual beli logam mulia dengan cara pre order tersebut berjalan lancar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *