Orang Hebat Itu, Orang Yang Bisa Mendamaikan Permasalahan,Telah Diatur Dalam Dasar Negara Indonesia

Agus Floureze saat Berada di Kediaman Mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Nurdin

“Percuma kita memiliki Dasar Negara Indonesia Pancasila kalau tidak digunakan sebaiknya untuk kepentingan Bangsa dan Negara,”

Agus Floureze Bersama Tokoh Tianghoa di Jakarta

JAKARTA-Penelitian yang dilakukan Ketua Umum LBH Phasivic dan Seorang Advokat R. Mas MH Agus Rugiarto SH, biasa disapa Agus Floureze dalam Jurnal Pribadinya terkait Pandangan Teori Kebangsaan, dengan lebih spesifik Penyelesaian Perkara diluar persidangan Tentang Perkara Keperdataan Umum maupun Khusus dan Permasalahan Keamanan Negara dalam pola Nonlitigasi, dengan menjadi Objek Pengacara/ Advokat, yang bersifat mendamaikan atau memperkecil permasalahan.

Dalam Penjabarannya, Bahwa Negara Aman, kalau Rakyatnya Aman, Kalau Pemimpinnya Pro Rakyat, Kalau suasana Permasalahan tidak dibesar besarkan.

Artinya dia jabarkan Lagi Permasalahan Sengketa antara Pemerintah dan Rakyat, sehingga bisa berbutut aksi Demonstrasi dan Unjuk Rasa yang mengakibatkan kekacauan dimana mana.

Pemaparan Perkara di Bareskrim Mabes Polri

Teori penelitianya adalah, Penyebabnya Pemerintah atau Pimpinan Pemerintah masih bersifat arogan. Padahal menurut Agus Sangat Sederhana menyelesaikan Konflik atau sengketa dengan masyarakat tersebut, Dengan Cara Mendatangi, Menampung Pengaduan/Aspirasi dan Penyelesaian Sengketa, padahal sudah diatur dalam UUD 1945 dan Pancasila tentang Persatuan Indonesia, Keadilan dan Musyawarah Mufakat.

” Coba kita pikir bersama sama berapa banyak kerugian kalau aksi, unjuk rasa itu terjadi, baik kerugian waktu, materil fasilitas umum, keamanan, Aktivitas Masyarakat terganggu, padahal solusinya sederhana, kita menampung aspirasinya, diselesaikan secara musyawarah mufakat, percuma kita memiliki Dasar Negara Indonesia Pancasila kalau tidak digunakan sebaiknya untuk kepentingan Bangsa dan Negara,” ujar Penasehat FKPPI ini.

Tercatat baru baru ini, Agus Floureze Termasuk orang mendamaikan memberikan masukan kepada 3 Aliansi yang akan melakukan Aksi Unjuk Rasa di Mabes Polri tentang “Penegak Hukum Jangan Main Mata Dalam Kasus Joko Tjandra,” akhirnya tidak berlanjut Aksi Tersebut, karena yang dia katakan, hanya kalimat ” Percayakan kepada Polisi, Mereka Pasti bekerja menyelesaikan Permasalahan tersebut,” akhirnya kata kata itu terbukti, bahwa benar benar masalah Joko Tjandra diselesaikan secepat kilat oleh Bareskrim mabes polri.

Pertemuan Besama Tim Rekan Kerja di Polda metro jaya

Diapun menjabarkan pula, Tentang makna Pancasila dalam penyelesaian sengketa di Negara Indonesia Pertiwi, misalnya sengketa Perdata Soal Tanah, Soal Warisan, Soal TUN, Soal Perceraian, Sengketa Utang Piutang.

Sebenarnya kalau dipahami Makna Pancasila bukan untuk kepentingan Negara saja, melainkan penyelesaian Hukum sebelum masuk litigasi bisa dilakukan dengan cara membutuhkan :

  1. Peran Peran Pemerintah
  2. Peran dibawah naungan Pemerintah diantaranya RT,RW, Lurah dan Camat.
  3. Peran Kebimasan Di Lembaga Kepolisian.
  4. Peran Tokoh Adat,Tokoh Masyarakat, dan Tokoh Agama.
  5. Dan Peran Keluarga.

Jika 5 Peran ini dimanfaatkan dengan baik, dipastikan Masalah Sengketa yang terjadi dimasyarakat akan selesai.

Sumber Berita : Jurnal Pribadi R Mas MH.Agus Rugiarto SH, Gubahan : Supardi Achmadi ST.Pi,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *