Agus Floureze: Kita sebagai Pendukung Jokowi jangan Lengah Terhadap Gerakan Mereka

JAKARTA – Ditemua Ketua Umum LBH Phasivuc R Mas MH Agus Rugiarto SH, yang biasa disapa Agus Floureze, Jumat tadi (7/8) dimega kuningan Jakarta, sebagai Pendukung Jokowidodo, mengatakan para pembenci Jokowi sedang dan terus berusaha menghancurkan citra baik Presiden Jokowi ditengah-tengah masyarakat diperhadapkan dengan Pandemik Covid-19 yang dianggap semua kesalahan Jokowi, sehingga masyarakat tak mengerti politik, akan terbawa arus dengan cara hasutan para pembeci Jokowi.

“Jokowi seolah-olah mereka anggap gagal dalam memimpin Negri ini. Mereka juga menganggap Jokowi adalah PKI. Anti ulama, anti islam, sedangkan kita tahu bersama, hasil kerja Jokowi telah kita rasakan sekarang manfaatnya. Jokowi juga merangkul dan cinta pada ulama. Yang paling penting, jangan ragukan kesalehan Jokowi dalam beribadah,” ujarnya.

Berita – berita miring yang bernuansa hoax dan tanpa data ini, terus mereka blow up ke publik dengan cara masif. Tujuan mereka jelas, agar citra Jokowi dimata masyarakat turun. Tapi pada kenyataannya, Presiden Jokowi makin dicintai oleh rakyatnya.

“Walau demikian, kita sebagai pendukung Presiden Jokowi jangan pasif dan diam, tapi terus bergerak. Jangan lengah dan tetap perhatikan langkah politik mereka. Apapun isu atau propaganda yang mereka buat, kita lawan dan kita counter. Hal inipun dapat memberi pelajaran atau pengetahuan sekaligus pencerahan kepada banyak masyarakat, agar semakin mengerti/melek tentang politik,” tegas cucu Sultan agung Partika Candra ini.

Dia menambahkan Tidak dapat dipungkiri, kejatuhan Bung Karno kala itu, jelas terbantu oleh ketidaktahuan (buta politik) masyarakat pada waktu itu. Era dimana Informasi sangat terbatas. Berbeda dengan era sekarang, era yang sangat terbuka/transparan dengan berbagai macam informasi. Era yang semua orang bisa dan sangat mudah untuk mencari tahu sebuah kebenaran informasi. Era yang semua orang bisa paham dan melihat rekam jejak/jejak digital para politikus jahat di Bangsa ini.

“Rakyat Indonesia sekarang sudah cerdas. Tidak bisa lagi dibodohi oleh isu atau propaganda yang tak masuk nalar. Malah sebaliknya, apa yang sedang mereka lakukan itu, hanya membuat mereka makin tampak bodoh dan menjijikan di depan publik. Oleh karena apa? Oleh karena apa yang sedang mereka lakukan itu, hanya bercerita tentang masa lalu yang sudah mati. Dan selalu terus diulang-ulang hingga sekarang. Sangat tidak kreatif. Hal inilah yang sering disebut oleh RG, sebuah kedunguan absolut..” tegas Pentolan FKPPI ini.

(Pardi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *