Kegaduhan itu bukan dari dalam BUMN dan bukan di tabuh oleh Menteri BUMN

Ditulis R Mas MH Agus R SH, Advokat, Ketum LBH Phasivic, Penasehat FKPPI, Pemilik 2 Media Nasional, Pendiri Teater Kepompong 99, dengan sumber beberapa literatur

Perdebatan AN dan Erick Tohir, Merusak Citra Relawan Jokowi, akibatnya Para Tim Relawan Menjadi Terpecah jadi dua, Pendukung AN dan Pendukung Erick Tohir.

Coba kita simak Katanya Menteri BUMN Erick Thohir bikin gaduh, sehingga Kabarnya BUMN Gaduh, Tentu Prasangka publik adalah sebuah keniscayaan dalam Pemerintahan yang Demokratis.

Ada pendapat, pasti juga ada rangkaian.
Ada diskusi, pasti juga ada perdebatan.
Dalam membangun iklim demokrasi perbedaan pendapat adalah satu Entitas yang tetap dijaga sebagai satu fungsi kontrol.

Beberapa belas jam yang lalu, tersiar kabar melalui surat kabar Online.
Pesannya kurang lebih, membingkai narasi atau opini bahwa Erick Thohir selalu gaduh. Bahwa didalam dan diluar BUMN selalu gaduh dan sangat bermasalah.

Siapa sih yang tidak kenal AN, seorang politisi PDI-P yang punya peran dalam Suksesi Pemenangan Presiden Joko Widodo, tapi juga ingat disana ribuan relawan juga ambil andil dalam kemenangan Presiden Jokowi.

Dalam sebuah berita yang bertajuk ” BUMN yang Gaduh”, Luar Dalam Berseteru, “

Disini AN kembali lagi mengumbar narasi – narasi Sentimen terhadap BUMN.

Kali Ini pendapat AN, mendapatkan dua kubu respon dari kalangan para pendukung Jokowi.

Bagi kader Pospera dan Pena 98, apa yang menjadi sikap AN sebuah perjuangan ..
Kenapa demikian, AN tau sendiri bekerja dan perjuangan sekarang kelihatan, bukan untuk loyalis misi dan Visi Jokowi tapi untuk POSPERA dan Pena 98 dan jangan lupa juga untuk Partai.

Tapi banyak yang dari para pendukung Jokowi ini adalah sebuah keniscayaan hanya demi konco dan punakawan yang tidak terpenuhi oleh Menteri BUMN Erick Thohir, yang nama – nama yang disodorkan tidak mendapatkan Kursi BUMN sepenuhnya.

Tentu kita tetep menghargai pendapat AN, terhadap Erick Thohir.

Ok …baiknya pernyataan itu kita hadir kan kembali …

  1. AN berpendapat bahwa resesi-5.32% adalah kegagalan BUMN.
  2. AN berpendapat bahwa terjadi perbedaan data antara Kemen BUMN dan Kemenkeu soal data hutang.
  3. AN merasa Menteri BUMN Erick Thohir turut memperjuangkan nama – nama relawan yang namanya sudah disodorkan AN kepada Presiden Jokowi.
  4. Perbedaan pendapat antara Presiden Jokowi dan Menteri BUMN dan Dirut Biofarma terkait produksi Vaksin.

Agar kita menjadi pembaca yang bijak, sudah semestinya satu persatu dari pernyataan AN kita pahami secara seksama.

Serta kita jawab dalam konteks dan data yang benar, agar publik tidak terus terjerumus dalam ketidaktahuan, dan terjadi penggiringan Opini.

PERTAMA …
AN berpendapat bahwa resesi- 5,32 % yang terjadi karena kegagalan BUMN.

Dan pernyataan ini sangat tidak tepat dan sangat tendensius, karena kita tahu saat ini semua negara lagi berjibaku melawan Pandemi COVID19 dan juga resesi ekonomi, seperti yang dikutip oleh Ekonom Faisal Basri, sangat jelas banyak Negara yg terjadi resesi, kata Faisal Basri memang COVID19 ini masih menyerang banyak Negara.

KEDUA …
AN berpendapat bahwa data hutang Kementerian BUMN dan Kemenkeu berbeda.

Yang ini bukan karena datanya yang berbeda, namun metode dan tahapan Restrukturisasi Keuangan yang sedang berlangsung di BUMN

Selain itu Kemenkeu mencatat dana pinjaman pihak ke tiga ( Nasabah) sebagai hutang.

Sedangkan Kementerian BUMN yang dicatat hutang perusahaan BUMN beserta bunganya yang memiliki jatuh tempo disetiap Entitas BUMN. Ini persoalan teknis Keuangan yang mana belum tentu orang awam bisa memahami mekanismenya. Lagi pula AN sendiri juga punya data yang otentik, tapi disini dirinya berdalih yang punya data itu pemerintah.

KETIGA …
AN merasa bahwa Menteri BUMN Erick Thohir tidak memperjuangkan orang – orang yang sudah disodorkan kepada Presiden.

Hayoo kita berpikir positif dan prosedural.
Rasanya tidak mungkin Menteri BUMN Erick Thohir bisa membantah rekomendasi dari Bapak Presiden Jokowi.

Saat itu ketika wartawan kembali bertanya kepada AN, sebenarnya ada berapa nama dan siapa saja relawan yang direkomendasikan kepada Bapak Presiden Jokowi ?
Tapi AN malah melipat muka, enggan menjawab dan enggan memberi nama – nama itu ke publik…Hayooo bukankah ini sebuah “PARADOKS..?

KEEMPAT …
Perbedaan hitungan antara Presiden, Menteri BUMN dan Dirut Biofarma soal produksi Vaksin.

PERLU DIPAHAMI YAK …
Statemen Presiden Jokowi 100 juta vaksin pertahun, adalah perhitungan produksi dari BUMN saja.

Setelah rapat antara Kementerian BUMN dan Biofarma, dihitung kebutuhan untuk Vaksin Rakyat Indonesia 250 juta Vaksin per tahun.

Menteri Erick Thohir menyatakan bahwa tahun ini 2020 pemerintah akan memproduksi 150 juta Vaksin.

Serta kemudian 250 juta Vaksin pada Tahun berikutnya 2021, agar seluruh Rakyat indonesia bisa mendapatkan Vaksin secara MAKSIMAL.

Nah sedangkan pernyataan Biofarma, menjelaskan bahwa selama ini kepastian Produk Vaksin Biofarma 40 juta per tahun.

Tentu setelah dilakukan peningkatan modal, penambahan kapasitas 100 juta Vaksin per tahun, karena adanya Pandemi COVID19 sangat dimungkinkan.

OK…dengan begitu kita bisa dengan lurus dan logis menilai, bahwa kegaduhan itu bukan dari dalam BUMN dan bukan di tabuh oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

KITA pasti masih ingat karakter Rizal Ramli sewaktu menjabat menjadi Menteri Menko pada Periode Pertama Presiden Jokowi..?

Orang ini yang selalu tiada hari tanpa kegaduhan, orang yang selalu ingin menjadi pusat perhatian publik bahkan Presiden dengan cara – cara yang tidak Elok dan tidak Etis.

Orang yang merasa dirinya paling suci, paling benar, paling pro-rakyat seraya membuat kegaduhan di dalam Kabinet.

Bahkan dia pernah menantang Wapres JK untuk berdebat secara terbuka terkait satu hal …Lagi- lagi semua dilakukan dengan cara – cara itu yg kurang Elok.

Lantas apa hasil dari semua kegaduhan itu ?
Pada akhir nya seorang Rizal Ramli hanya sebagai seorang pencibir sana sini yang di kelilingi oleh para pendengkur politik.

Harapan kita jangan sampai hal – hal seperti ini terulang lagi untuk yang kesekian kalinya.
Karena yang ada Visi dan Misi Presiden Menuju Indonesia Maju untuk kemajuan bukan untuk kemandekan, apalagi saat ini masa Pandemi COVID19.

Biarkan Erick Thohir Bekerja, karena Erick Thohir Bekerja tanpa ada kepentingan kelompok maupun partai, Erick bekerja murni Loyalitas pada Presiden Jokowi tak perlu disangsikan lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *