Anggota Komisi VII DPR RI Minta Ahock Di Pecat, Erick Thohir Mempertahankan, Presiden Belum Menjawab

JAKARTA – Gendrang Politik Mulai Memanas soal PT Pertamina Merugi Rp. 11 Triliun, bahkan Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mulyanto mengusulkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dipecat dari jabatannya sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), akan Tetapi tidak semudah itu menggantikan Komisaris dan Direksi, karena Harus Berhadapan dengan Boss BUMN Erick Thohir, karena Erick Thohir setiap ditanya oleh media terkait Usulan soal pergantian Komisaris dan Direksi jawabannya Dia Akan Mempertahankan.

Mulyanto menyarankan pemecatan Ahok Komut PT Pertamina, bukan karena adanya Gugatan PT Pertamina di PN Jakarta Pusat di ajukan salah satu Pengacara Relawan Jokowi, melainkan Persoalan Pertamina mengalami Rugi hingga US$ 767,9 juta atau sekitar Rp11 triliun sepanjang semester I 2020.

“Jika memang dia tidak mampu sebagai Komisaris Pertamina, maka pecat saja,” ujar politikus dari Daerah Pemilikan Banten III tersebut.

Lain halnya Menteri BUMN saat di wawancarai Media Tempo.co. Dia menegaskan tidak ada rencana pergantian direksi maupun komisaris PT Pertamina (Persero) meski perseroan mencatatkan kerugian sekitar Rp 11 triliun pada semester I-2020. Malah, dia menilai kinerja Pertamina dinilai lebih membaik dari pada perusahaan migas lainnya dalam pandemi Covid-19.

“Pertamina kan ruginya kelihatan, kalau kita perbandingkan dengan Exxon dengan Eni (Eni S.p.A, perusahaan migas multinasional Italia), jauh lah. Justru, perusahaan yang lain itu jauh lebih rugi dari Pertamina,” kata Erick Thohir, usai melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR, di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis, 27 Agustus 2020.

Ia lalu menyebutkan selama ini berprinsip agar jajaran direksi perusahaan tidak perlu dirombak selama kinerjanya baik. “Saya prinsipnya angkat direksi jangan diganti-ganti. Kan, saya di awal sudah bilang selama KPI-nya (Key Performance Indicators) tercapai, terus dibilang Pak Erick pilih kasih main pecat-pecat saja, nggak loh.”

Erick mengatakan, pergantian direksi maupun komisaris hanya dilakukan bila KPI dari sejumlah perusahaan plat merah berada di bawah standar yang ditentukan. Terkait hal ini, dia bilang, kinerja Pertamina cukup baik. Di mana, dalam kondisi Covid-19 perseroan tetap dapat menjaga ketersediaan minyak di dalam negeri.

Sayangnya perseteruan ini belum mendapatkan Komentar dari Presiden Jokowidodo terkait merugi Pertamina Rp. 11 Triliun Berdampak Pergantian Komisaris dan Direksi atau Tetap dipertahankan.

R Mas MH Agus Rugiarto SH

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *