Anggota Komisi VII DPR RI Usulkan Agar Komisaris Utama PT Pertamina Di Pecat

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mulyanto mengusulkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dipecat dari jabatannya sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero).

Mulyanto menyarankan pemecatan Ahok Komut PT Pertamina, bukan karena adanya Gugatan PT Pertamina di PN Jakarta Pusat di ajukan salah satu Pengacara Relawan Jokowi, melainkan Persoalan Pertamina mengalami Rugi hingga US$ 767,9 juta atau sekitar Rp11 triliun sepanjang semester I 2020.

“Jika memang dia tidak mampu sebagai Komisaris Pertamina, maka pecat saja,” ujar politikus dari Daerah Pemilikan Banten III tersebut.

Perlu diketahui, kabar mengenai kerugian itu tertuang dalam laporan keuangan yang diunggah di laman resmi Pertamina. Hal itu berbanding terbalik dengan semester I 2019, yang mencatatkan laba US$ 659,9 juta.

“Waktu itu Ahok sempat bilang, merem saja Pertamina sudah untung, asalkan diawasi. Nah, sekarang Pertamina rugi, artinya apa? Apa Ahok tidak mengawasi? Karena nyatanya Pertamina bisa rugi,” lanjut Mulyanto.

Mulyanto mengatakan secara teori, Pertamina seharusnya mendulang untung pada semester I 2020 ini. Pasalnya, ia menjelaskan saat ini harga minyak dunia sedang anjlok ke angka yang paling rendah sepanjang sejarah, dan Pertamina juga tidak menurunkan harga BBM sedikit pun.

Oleh sebab itu, Mulyanto menduga ada faktor nonteknis yang menyebabkan Pertamina mengalami rugi yang begitu besar. Ia pun meminta peran pengawasan Komisaris Utama lebih ditingkatkan.

Selain itu, Mulyanto juga mengimbau Pemerintah tidak sungkan untuk mengevaluasi kerja Ahok. Ia menilai jika memang Ahok tidak mampu, maka ia meminta Pemerintah menggantinya dengan figur profesional yang memahami kerja dunia perminyakan.

“Pertamina membutuhkan gagasan besar, bukan omong besar,” tegasnya.

Di sisi lain, Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menyebut perusahaannya mengalami triple shock selama semester I 2020. Ia menjelaskan, ketiganya yakni penurunan harga minyak mentah dunia, penurunan konsumsi BBM di dalam negeri, serta pergerakan nilai tukar dollar yang menyebabkan selisih kurs yang cukup signifikan.

Namun ia mengklaim Pertamina tetap optimistis sampai akhir tahun akan ada pergerakan positif. Hal itu karena harga minyak dunia perlahan sudah mulai naik dan konsumsi BBM semakin meningkat.

” Saya minta Ahok di Pecat dari Pertami bukan karena adanya gugatan Pertamina di PN Jakarta, akan tetapi soal meruginya Pertamina hingga Rp. 11 Triliun,” tegas Mulyono. (Adi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *