Golkar Akan Antisipasi Cluster cluster Baru dalam tahapan Pilkada 2020

JAKARTA– Wakil Ketua Umum PP DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengatakan, dalam kondisi pandemi memang sempat timbul keraguan akan ada cluster-cluster baru, pada tahapan Proses Pilkada 2020. Hanya saja prediksi itu sementara belum bisa dibuktikan.

“Awalnya tahapan pencocokan dan penelitian (Coklit) 15 Juli – 13 Agustus 2020 dikhawatirkan akan menjadi sumber ledakan penularan Covid 19. Namun prediksi tersebut tidak terjadi,” kata Doli dalam keterangan tertulis, Selasa (15/9/2020) malam.

Begitu pula pada tahapan krusial berikutnya yakni pendaftaran pasangan calon pada 4 – 6 September 2020 yang berlangsung pekan lalu.

Menurut Ketua Komisi II DPR RI itu, pada tahapan Pilkada diprediksi juga terjadi akan ledakan Covid-19 karena adanya potensi pengumpulan massa. Namun, tahapan ini juga belum menunjukkan tanda-tanda adanya cluster baru Pilkada.

“Kita masih harus menunggu sampai 14 hari berlalu, yang memang tinggal beberapa hari lagi dari saat ini. Jika masa itu berlalu dengan aman, artinya kita tinggal mengantisipasi tahapan berikutnya,” jelasnya.

Ia menyebut, dari 270 daerah yang menggelar Pilkada tahun ini, terdapat 25 daerah yang mengusung Calon Tunggal dalam pemilihannya, dari sebelumnya 28 daerah. KPU sendiri membuka pendaftaran kembali 11-13 September khusus untuk daerah tersebut agar menghindari gugatan Mahkamah Konstitusi dì kemudian hari.

“Saya yakin Paslon Golkar akan melaksanakan tahapan dengan tertib dan disiplin dalam menjalankan semua tahapan dan kampanye di Pilkada 2020 ini,” ujarnya.

Sementara, lanjut Doli, kekhawatiran akan adanya ledakan kluster Covid-19 lainnya, diprediksi akan terjadi pada tanggal 23-24 September 2020. Bila tidak diantisipasi, ini adalah momentum yang akan banyak kerumunan massa. Pada tanggal itu para calon kepala daerah akan mengikuti Penetapan Pasangan Calon dan Pengundian Nomor Urut.

Ia mengungkapkan, tahapan krusial keempat adalah pada tanggal 26 September hingga 5 Desember 2020, yakni masa kampanye. KPU sudah membuat aturan yang ketat tentang bentuk kampanye yang disesuaikan dengan protokol kesehatan. “Waktu kampanye ini juga dikhawatirkan akan terjadi kluster covid baru,” imbuhnya.

Karena itu, Doli mengingatkan agar semua aturan dipatuhi berikut dengan protokol kesehatan yang disiplin dan ketat supaya tidak menjadi cluster penyebaran Covid-19 berikutnya. Menurutnya, perlu strategi yang inovatif bagi Paslon dalam Pilkada pada masa Pandemi ini.

“Kita harus disiplin, hati-hati dan patuh pada protokol kesehatan. Sudah banyak Paslon yang diberi peringatan oleh penyelenggara pemilu. Jika terbukti tidak disiplin, maka akan dijatuhkan sanksi,” serunya.

Sumber dari Akurat. Kembali ditulis R Mas MH Agus Rugiarto SH Pimpred Nasional Suara Merdeka Com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *