Oknum Pengacara Diduga Tipu Masyarakat Sorong di Lapor ke Polisi

JAKARTA– Jumat Malam 18 September 2020. Sejumlah orang mendatangi Polresta Sorong melaporkan dugaan tindak pidana Penipuan dan Pemerasan yang di Lakukan oleh salah satu Oknum Pengacara LBH di kota Sorong Berinisial JT alias Sep.

Oknum pengacara yang dilaporkan ke Kepolisian Resort Kota Sorong, karena diduga telah melakukan ,Penggelapan, pemerasan dan penipuan. terkait Sejumlah uang yang awalnya di titipkan ke kantor Lembaga Bantuan Hukum sebagai uang jasa ke Pengadilan PHI Ternyata Hingga sekarang tidak pernah disidangkan, bahkan tidak Pernah membuat surat kuasa atas nama Para Pelapor tersebut.

Kejadian Penitipan uang Di serahkan oleh Rahman dan Abdul , dengan jumlah uang kurang lebih 47jutaan ke JT.

Karena tak kunjung adanya Gugatan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) dan lebih parahnya lagi Kuasa Hukum mereka belum tanda tangani, sehingga wajar Rahman dan Rekannya (Pelapor) meminta uang penitipan itu dikembalikan, namun pihak JT menjawab akan mempidanakan mereka jika mencoba meminta uang tersebut.

Sehingga sejumlah orang yang menjadi Korban JT didampingi Pengacara Lembaga Bantuan Hukum(LBH) Kaki Abu, Fernando Matrhin Gunung, SH dan kawan kawannya, mendatangi Polresta Kota Sorong dengan Tuduhan Penggelapan, Penipuan dan Pemerasan.

Diketahui Pengacara Yang mendampingi masyarakat tersebut, dikenal satu tim dengan Pengacara Nasional Agus Floureze dalam menangani perkara tanah Ulayat di Kota Sorong.

Terlapor oknum pengacara JT selain meminta sejumlah uang, ternyata memeras dengan minta tambahab sejumlah uang, padahal belum adanya Surat Kuasa dan Gugatan diajukan ke PHI.

JT pun mengacam jika Pihak Korban berani melaporkannya, pihaknya akan balik lapor tentang pencemaran nama baik.

“Terkait hal tersebut kami sudah membuat Laporan polisi ke Polres sorong kota, kami minta agar semua pihak menghormati proses hukum, semoga tidak ada lagi oknum pengacara seperti ini. Tutur Nando lanjut,” ujar Nando yang merupakan Tim Pengacara Agus Floureze terkait Tanah Ulayat di Kota Sorong.

Sedangkan ketika diminta pendapat Ketum LBH Phasivic Agus Floureze, perkara ini sudah nyata nyata terjadi dugaan unsur Penggelapan , Penipuan dan Pemerasan, karena menurutnya oknum Pengacara tidak dibekali Kuasa Hukum dari Pelapor dan Gugatan yang di janjikan di masukan ke PHI tak kunjung di daftarkan.

” Artinya sejak dilapor polisi, oknum polisi itu tidak mendaftarkan gugatan, sudah dikenakan sanksi pidana, apalagi tidak ada kuasa hukum, tinggal pembuktian apakah uang itu diterima oknum Pengacara atau tidak, teruskan perjuanganmu Nando sebagai pengacara orang orang dizolimi” tegas Pentolan FKPPI ini.

Samsul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *