Dampak Covid-19 di Indonesia, Resesi Tak Terbendung, Berdampak Depresi Ekonomi

JAKARTA– Ini baru dibilang Penganalisis Ekonomi, tiba tiba Ketua Umum LBH Phasivic R Mas MH Agus Rugiarto SH biasa disapa Agus Floureze, bicara di depan media Sabtu malam tadi (26/9) bicara Resesi Ekonomi yang berdampak pada Depresi Ekonomi.

” Gini saya mau menggambarkan tentang kedepan kalau tidak tuntas Covid 19, kita akan mengalami Depresi Ekonomi yang berdampak pada Hiperinflasi, kalau kondisi Perekonomian tak menentu seperti sekarang, dan kondisi Ekonomi Sosialpun berdampak pula, sehingga kita tidak lepas pada Depresi Ekonomi dan Ekonomi Sosial, ” Tegas Pengacara Muda ini.

Diapula katakan Bahwa Indonesia Sakit, karena Indonesia menghadapi Covid 19 yang tak terbendung, sehingga berdampak pada Ekonomi Makro.

Mantan Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) di Gorontalo selama 16 Tahun mengatakan kondisi Ekonomi yang tidak stabil seperti sekarang ini, berdampak Kondisi Produk Domestik Bruto (GDP) menurun.

Bahkan menurunnya pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif dengan kuartal yang cukup panjang.

Dan Resesi dapat mengakibatkan penurunan secara simultan pada seluruh aktivitas ekonomi seperti lapangan kerja, investasi, dan keuntungan perusahaan.

“Resesi ini sering diasosiasikan dengan turunnya harga-harga (deflasi), atau, kebalikannya, meningkatnya harga-harga secara tajam (Inflasi) ,” tegas Praktisi Filsafat Hukum ini.

Dia mengatakan Resesi ini bisa diartikan stagflasi ekonomi yang berlangsung lama disebut Depresi Ekonomi.

” Penurunan drastis tingkat ekonomi (biasanya akibat depresi parah, atau akibat hiperinflasi) disebut Kebangkrutan kebangkrutan ekonomi (economy collapse). ” Tegas Pentolan FKPPI ini.

Pardi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *