Rohadi Di Potong Hukumannya, Tetap Saja KPK Jadikan Tersangka Pencucian Uang

JAKARTA to-Meskipun Rohadi Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara, diringankan hukuman dari 7 Tahun menjadi 5 Tahun berdasarkan Putusan PK yang diajukannya.

Tapi tetap saja Rohadi masih berstatus tersangka di KPK, terkait dugaan gratifikasi dan pencucian uang. Terkait uang hasil kejahatan korupsi digunakan untuk usaha lain, sehingga Sejumlah asetnya telah disita KPK. Mulai dari sejumlah mobil, ambulans, hingga rumah mewah. Kasusnya masih tahap penyidikan.

Sebelumnya, Rohadi divonis 7 tahun penjara atas kasus suap pada 2016 lalu. Ia dinyatakan terbukti bersalah menerima suap Rp 300 juta terkait penanganan perkara.

Suap itu untuk mengatur agar vonis Pedangdut Saipul Jamil yang berperkara di PN Jakarta Utara dihukum ringan. Atas vonis 7 tahun penjara tersebut, ia dieksekusi ke Lapas Klas 1 Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, pada 2016.

Kemudian, pada 2020, Rohadi mengajukan upaya hukum Peninjauan Kembali (PK). PK tersebut dikabulkan oleh Mahkamah Agung (MA) dan hukuman Rohadi disunat menjadi 5 tahun.

Plt juru bicara KPK Ali Fikri mengatakan, selain pemotongan hukuman terhadap Rohadi, masih ada perkara lain yang diproses oleh KPK , terkait perkara pencucian uang, kita barang buktinya suda disita oleh KPK.

(RMAR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *