Pemerintah Dianggap Diskriminasi Pilkada Boleh, Beribadah dan Sekolah Tidak Boleh

JAKARTA– Siapa yang tidak kenal Dr. Tirta Mandira Hudhi adalah seorang dokter yang sekarang menjadi pengusaha jasa cuci sepatu, yaitu “Shoes and Care”.

Dan sering meluruskan kebijakan Pemerintah dianggap salah dalam masa Pandemik Covid-19.

Kali ini Dokter Tirta mengkritik soal Politik Diskriminasi yang dilakukan Pemerintah, terkait Tidak serentaknya Menerapkan Sesungguh sungguhnya penanggulang Covid 19, sehingga dia berpendapat Covid 19 adalah Kepentingan politik,bisa jadi tidak atau bisa jadi ada Covid 19.

Vidio yang lagi viral di medsos pernyataan dokter Tirta saat diwancarai Dedi Corbuzier belum lama ini mengatakan, bahwa adanya Kepentingan politik yang besar dalam masa Pandemik Covid-19, dimana orang Beribadah Tidak Boleh, Sekolah tidak boleh, Pilkada Boleh, seharusnya menurutnya harus di tunda Pilkada agar dianggap seragam.

” Yang buat ulah Pemerintah Sendiri, baru dipermasalahkan Rakyat, orang beribadah tidak boleh, sekolah tidak boleh, pilkada boleh, sehingga ada kebijakan politik yang besar dalam masalah ini,” tegasnya.

Presedium Pers Nasional Peliputan Pandemik Covid-19 yang dibentuk LBH Phasivic Raden Mas MH Agus Rugiarto SH yang biasa disapa Agus Floureze, dia sependapat dengan Dokter Tirta dimana jika benar Pemerintah berantas Covid 19 dengan sunguh sungguh harus benar penerapannya berlaku adil, kalau Ibadah Tidak Boleh, Sekolah Tidak Boleh, harusnya Pilkadapun tidak boleh.

(Ardi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *