PPNP- Phasivic umumkan Daftar Pejabat Meninggal Akibat Covid-19,Pilkada Sehat atau Pilkada Nekat?

JAKARTA– Agus Floureze sangat bersyukur dengan mendirikan Perlindungan Pers Nasional Peliputan Covid-19 (PPNP) Phasivic, dibawah Perlindungan LBH Phasivic yang beranggotakan 16 Media Online, Gunanya untuk meneliti data yang dikeluarkan Pemerintah Pusat dan Daerah terkait Positif Covid-19 bahkan PPNP PHasivic ini, akan mendata beberapa orang Pejabat meninggal ditahun 2020 akibat Covid-19, karena kebanyakan yang diserang oleh Pasukan Covid-19 adalah Para Pejabat.

Menurut catatan PPNP PHasivic ada 9 Pejabat dan Kepala Daerah yang terkena dampak serangan Pasukan Covid-19 diantaranya :

  1. Bupati Morowali Utara Sulawesi tengah
  2. Dirjen PRL Kementrian Kelautan Aryo Hanggowo.
  3. Walikota Tanjungpinang Syahrul
  4. Walikota Banjar Baru Nazmi Adam
  5. Wakil Bupati Way Kanan Edward Antony
  6. PLT Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifudin
  7. Sekda DKI Jakarta Saefullah
  8. Bupati Majene Fahmi Masiara
  9. Mantan Walikota Bontang.

Data ini menurut Agus masih bersifat sementara, masih ada beberapa pejabat yang akan di kroscek Pengurus PPNP PHasivic, untuk dimasukan pada file LBH Phasivic.

Saat dimintai pendapat salah satu Mantan Ikatan Dokter Indonesia ( IDI) di Provinsi Gorontalo, Dr. AR. Muhammad,SpPD .FINASIM yang juga Dewan Pakar Satgas Covid-19 dari IDI Provinsi Gorontalo, Sabtu tadi (4/10) Mengatakan, bahwa Pandemi Covid adalah bencana kesehatan, sehingga wajib menggunakan parameter kesehatan pula untuk menentukan Covid sudah terkendali atau tidak, sebagai dasar para meter melanjutkan pilkada atau tidak.

Diapun menyampaikan 3 indikator kesehatan yang perlu dijalankan diantaranya, Indikator epidemiologi, indikator kesehatan masyarakat dan indikator pelayanan kesehatan

Dan diapun memaparkan beberapa grafik tentang Indikator kesehatan.

Sekaligus Menyampaikan Saran kepada Pemerintah, dimana seharusnya para Calon Kepala Daerah dievaluasi secara menyeluruh, di semua daerah yang melaksanakan Pilkada, untuk mengetahui daerah tersebut masuk zona apa ? Apabila masuk zona merah dan zona oranye maka berisiko tinggi jika dilaksanakan pilkada.

Supardi Achmadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *