Soal Pilkada, Presiden Sangat Bijak, Semoga Covid 19 tidak bertambah, Indonesia Tidak Mengalami Resesi, Vaksin Dilaksanakan

JAKARTA– Tadi pagi Sabtu (3/10) dihalaman Plaza Indonesia, Ketua Umum LBH Phasivic R Mas MH Agus Rugiarto SH yang biasa disapa Agus Floureze ini mengatakan kepada media saat Kopi bareng, Tidak ada yang menghalangi Pilkada yang penting positif Covid-19 tidak membludak, Negara Tidak Mengalami Resesi dan Vaksin dilaksanakan.

” Nah sekarang Pemerintah mengumumkan Setiap hari Positif Covid-19 bertambah, ini yang harus dipikirkan, Negara ini sedang sakit, semoga di Oktober 2020 ini tidak bertambah Covid 19 melainkan berkurang,” tegas Penginisiatif Perlindungan Pers Nasional Peliputan Covid-19 (PPNP) Agus Floureze.

Ketum LBH Phasivic ini mengatakan Presiden Jokowidodo adalah orangnya sangat bijaksana dalam melihat kondisi Negara ini, Sehingga ketika Klaster klaster baru Covid 19 tidak bertambah, Indonesia Tidak Mengalami Resesi, dan Vaksin terlaksana sebelum Pilkada, maka Pilkada 2020 berjalan sesuai Jadwal KPU.

Sebaliknya Jika Vaksin Belum terlaksana, Positif Covid-19 bertambah, Indonesia mengalami kegoncangan ekonomi, yang pasti Presiden mengambil tindakan untuk kepentingan Keselamatan Rakyatnya, dengan menunda sementara Pilkada.

” Saya sangat pahami Pak Presiden, Beliau sangat bijak, tidak arogansi dan segala putusan menggunakan Hati, tidak mendengar para suara penjilat, kalau hatinya Mengatakan situasi Indonesia Genting Covid 19, Belum dilaksanakan Vaksin, dan Genting Ekonomi, pasti beliau akan tunda sampai Negara dalam keadaan aman Covid-19, Ekonomi mulai membaik,” Tegas Cucu R. Partika Candra ini.

Sehingga dia berharap, Masyarakat tetap Berdoa dan tenang , karena Covid 19 ini selain berusaha dan Hanya Allah SWT yang bisa membersihkan Covid 19 dari Indonesia.

” Saya pikir gini sebelum ada Vaksin , seharusnya ditunda dulu sementara pilkada, kan pilkada dapat dilaksanakan tahun depan, karena ini sepertinya di Paksakan, dalam kondisi Negara sakit benar, Ibaratnya gini di sana orang kelaparan mencari makan agak sulit, tapi ada sebagian kelompok orang berfoya foya, berpesta pora , sehingga Pemerintah tinggal pilih aja mana yang terbaik, Mau pilih menyelamatkan orang kelaparan atau dukung orang berfoya foya, ” ujarnya kepada media.

Diapun Membuat Pertanyaan kepada media, Bahwa Kebijakan Pemimpin Negara berbeda dengan Hakim memutuskan perkara.

” Saya mau tanya kepada kalian kalau kamu diseleksi menjadi seorang Hakim, dan dalam pertanyaan tes tersebut, seperti ini, ketika kamu mendapatkan Korban Kecelakaan, yang kamu lakukan mana? Menyelamatkan Korban, Memanggil Ambulance , atau Telpon polisi agar ke lokasi TKP, ” ujarnya.

Tiba tiba para kru media banyak menjawab Menyelamatkan Korban, Ternyata Jawaban tersebut menurut Agus Salah, karena yang tepat memanggil Polisi, karena dihukum tidak diliat dari Rasa Kemanusiaan akan tetapi Pembuktian di Pengadilan.

” Artinya Presiden jangan berpikir seperti itu, beliau harus selamatkan rakyatnya terlebih dahulu,” tegas Pimpinan Teater Kepompong 99 ini.

Ahmadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *