Walikota Tolak “PSBB” Perketat Protokoler Kesehatan, Mantan Ketua IDI Gorontalo Minta Terapkan Lockdown Mini

JAKARTA– Tidak semua Kepala Daerah Mau Patut terhadap Instruksi Gubernur, salah satunya Walikota Gorontalo Marten Taha, Pihaknya menolak secara halus program PSBB di daerah di juluki Serambi Madina tersebut, akan tetapi program PSBB akan tetapi Protokoler Kesehatan akan diperketat.

Walikota Gorontalo Marten Taha menegaskan bahwa Protokoler Kesehatan diperketat merupakan kesepakatan dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Fokopimda) Kota Gorontalo.

Lain Halnya Mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Gorontalo yang Juga Dewan Pakar Satgas Covid 19 IDI Provinsi Gorontalo Dr. AR. Muhammad, SpPD,FINASIM, kepada Nasional Suara Merdeka Com Sabtu (4/10) mengatakan pihaknya lebih setuju menerapkan Lockdown Mini, dimana Lockdown Mini tersebut Isolasi Rumah Tangga dengan Istilah RT 1+4 , dengan pola ketika 1 orang Terkontaminasi maka 4 RT yang dekat lainnya harus di Isolasi Mandiri selama 14 Hari.

“Lackdown mini ini berlaku dilingkungan Keluarga masing masing untuk menerapkan Protokoler Kesehatan,” ujar Direktur Klinik Mirah.

Menurutnya pola tersebut sangat efektif untuk mengantisipasi Penyebaran Covid-19 lebih meluas.

RMAR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *