Denny : Buruh Malas Saja Menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja

JAKARTA– Undang-Undang Cipta Kerja yang baru disahkan DPR RI, Senin (5/10/20) masih menjadi sorotan publik. Di sisi lain, kaum buruh juga melakukan berbagai aksi menolak undang-undang tersebut.

Lain lagi dengan pegiat media sosial Denny Serigar. Ia aktif menyuarakan pentingnya Omnibus Law sebagai salah satu upaya mengatasi problem ekonomi Indonesia, di tengah perjuangan melawan pandemi.

Selasa (6/10/20) Denny membuat catatan panjang mengenai hal itu.

Denny mengatakan: “Pada intinya, Omnibus Law diciptakan untuk membangun lapangan kerja baru. Pengangguran kita sudah tambah 2 juta org karena Corona. Diprediksi tambahan org di PHK akan mencapai 5 juta. Dengan UU baru, diharapkan investasi asing masuk, dan muncul lapangan2 kerja baru.”

Tapi apa, menurut Denny, “Buruh yang malas, yang ga punya prestasi, yang skilnya kurang tapi pengen karirnya berkembang, yg pengen beli hape 8GB RaM, yang mending demo panas2an drpd kerja seharian” mau mendengar ini?”

“Ngga. Mereka ga akan dengar. Karena mereka berfikir gampangnya aja, yang penting perut gua kenyang. Paham aja kagak ma UU Cipta Kerja, tapi kalo teriak paling kencang,” lanjut Denny.

“Hidup itu emang pilihan. Kamu yang memilih mau jadi apa dirimu ke depan. Mau jadi juragan, atau cuman jadi tukang teriak di jalan??” tegasnya.

Berikut catatan lengkap Denny Siregar:

MAU TETAP JADI BURUH ATAU MAU JADI JURAGAN ?

Dalam sebuah usaha propaganda, narasi ketakutan atau fear memang paling efektif.

Seperti virus, ia cepat menular..

Ini yang mendasari kenapa hoax UU cipta kerja gelombangnya sangat besar. Karena hoax itu menciptakan ketakutan bahwa pekerja akan diganti TKA Cina, pekerja tidak punya hak apa2, sampai mereka rentan di PHK.

Narasi ketakutan inilah yang disebarkan lewat WA grup, media sosial yg ada di hampir semua penduduk Indonesia. Karena narasi fear ini, yang sudah takut akan lebih takut dan yg biasa aja juga jadi bingung, “masak sih begitu ?” dan akhirnya takut juga.

Mau dijelasin juga akan sia2, karena itu seperti api besar yang sulit padam dengan disiram air seember. Ketakutan seseorang disebarkan di grup WA, dan disebarkan lagi seperti api nyala di jerami kering. Inilah yang membuat hoax itu sangat berbahaya.

Padahal, mungkinlah pemerintah akan mengkebiri hak2 buruh dgn UU Cipta kerja ??

Gak. Bahkan pemerintah dan DPR sedang menyatukan hak dan kewajiban yg seimbang antara buruh dan pengusaha. Kalau cuman buruh doang yg dibelai, pengusaha bs bangkrut. Kalau pengusaha doang yg di nyamankan, buruh bisa menderita. Itu niat dan tujuan dari Omnibus Law.

Tapi ketika dipolitisasi, penafsiran UU itu bsia jadi beda. Bentuk politisasinya macam2 sesuai kepentingan.

Ada kepentingan mantan Jenderal yg ingin jadi Presiden. Ada kepentingan kepala buruh yg pengen dapet penawaran jd Wakil Menteri. Ada juga kepentingan partai utk menaikkan elektabilitasnya dgn main drama seolah2 dia pro rakyat, padahal waktu berkuasa dia yg merampok paling banyak..

Pada intinya, Omnibus Law diciptakan utk membangun lapangan kerja baru. Pengangguran kita sudah tambah 2 juta org karena Corona. Diprediksi tambahan org di PHK akan mencapai 5 juta. Dengan UU baru, diharapkan investasi asing masuk, dan muncul lapangan2 kerja baru.

Tapi apa “buruh yang malas, yang ga punya prestasi, yang skilnya kurang tapi pengen karirnya berkembang, yg pengen beli hape 8GB RaM, yang mending demo panas2an drpd kerja seharian” mau mendengar ini ?

Ngga. Mereka ga akan dengar. Karena mereka berfikir gampangnya aja, yang penting perut gua kenyang. Paham aja kagak ma UU Cipta Kerja, tapi kalo teriak paling kencang.

Inilah penyakit di negara kita dan banyak negara lainnya. Ketika datang TKA China, yang satu orang bisa menyelesaikan pekerjaan 3 org di Indonesia, buruh teriak. Entar diganti robot, mereka teriak lagi. Perusahaan tutup krn ga kuat, mereka lagi2 teriak. Teriak mulu, onaninya kapan ?

Daripada sibuk teriak, mending keluar dan wiraswasta. Meski cuma jualan bakso, tapi ada perkembangan. Siapa tau 2 tahun kemudian bisa jadi juragan dan punya 40 rombong yang tersebar dimana2.

Dan lihatlah temanmu yg dulu, 2 tahun lagi. Dia masih di posisi yg sama, dengan keluhan dan teriakan yg sama. Dia gak kemana2, sedangkan kamu baginya sdh jauh di luar angkasa.

Hidup itu emang pilihan. Kamu yang memilih mau jadi apa dirimu ke depan. Mau jadi juragan, atau cuman jadi tukang teriak di jalan ??

Seruput kopinya, kawan..

Denny Siregar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *