Sejarah Perang Pasifik


Oleh: DENSI | Ketua Koordinator LBH Phasivic NTT

Pada kurun waktu tahun 1939-1945 di berbagai belahan dunia sedang diguncang oleh suatu tragedy kemanusiaan hebat, tragedy ini sering disebut dengan Perang Dunia II. Istilah perang dunia II bukan merupakan istilah tanpa makna. Istilah Perang Dunia II merujuk kepada serangkaian gejolak politik yang berujung kepada pemusnahan secara fisik anatara satu Negara dengan Negara lainnya.

Negara-negara yang terlibat dalam perang dunia II ini dipisahkan menjadi dua blok besar, pertama Blok sekutu diwakili oleh Inggris, Amerika Serikat, Perancis, Tiongkok, dan Uni Soviet. Kedua terdapat Blok Poros/Axis yang terdiri dari Negara-negara yang berideologi fasisme seperti Jerman, Italia, Spanyol, dan Jepang.


Perang Pasifik merupakan salah satu peperangan laut terdahsyat yang pernah terjadi di muka bumi. Peperangan ini menyeret dua kekuatan yang saling menyerang yakni Sekutu di satu pihak dan Jepang dipihak yang lain. Istilah Perang Pasifik umumnya dikenal oleh para penulis Eropa, yakni “Pacific War”, atau “Pasific Teather” dalam literature Jepang mengenal perang ini dengan istilah “Perang Asia Timur Raya”. Secara spasial wilayah-wilayah yang terlibat dalam perang ini menurut penjelasan Gordon dalam bukunya “pacific Island Guide” yakni Pasifik Tengah, Pasifik Selatan, Pasifik Barat Daya, Pasifik Barat, dan Pasifik Utara. Periode keterlibatan pulau-pulau di Indonesia dalam perang ini dikenal dengan sebutan “Sejarah Pendudukan Jepang”.


Di front Asia Pasifik terdapat Jepang yang sejak Restorasi Meiji mengalami perkembangan pesat dalam sektor industry, pendidikan dan militer membuatnya menjadi sebuah Negara fasis ekspasionis. Hal tersebut pula didukung oleh keadaan dalam negeri sendiri. Bagi Jepang dari tahun 1930-an adalah masa penuh kemelut social dan ekonomi.

Masalah lain seperti pertumbuhan penduduk yang pesat menjadi factor pendukung terjadinya krisis tersebut. perkembangan industry jepang terancam mengalami stagnasi karena terbatasnya bahan baku yang tersedia karena wilayah Jepang sendiri. Dengan demikian masalah Jepang adalah masalah bagaimana mencari wilayah baru diluar wilayah Negara untuk menjadi solusi atas krisis ekonomi dan social tersebut. dan ekspansi adalah jawabanya.


Keganasan ekspansi Jepang pertama kali terlihat ketika Jepang berperang melawan Rusia pada tahun 1905 dan terus berlanjut hingga akhirnya Manchuria jatuh ketangan Jepang pada tahun 1931.

Ekspansi tersebut tentu saja menjadi ancaman bagi Negara-negara sekutu yang memang sudah terlebih dahulu menduduki sebagian wilayah di Asia timur dan Asia Tenggara.


Ekspansi Jepang di Asia Timur dimulai pada tahun 1931 dengan invansinya Manchuria dan berlanjut hingga Jepang menyerang secara brutal terhadap Cina pada tahun 1937. Pada 27 September 1940, Jepang menandatangani pakta Tripartite bersama Jerman dan Italia, selanjutnya mereka membentuk persekutuan militer yang dinamakan dengan “Blok Poros”.

Berkaitan dengan hal itu Amerika Serikat menjatuhkan sanksi ekonomi dan perdagangan kepada Jepang. Untuk menghadapi keterbatasan minyak dan sumber daya alam lainnya kemudian diperkuat oleh ambisi untuk menggantikan Ameriam Serikat sebagai kekuatas terbesar di pasifik. Jepang akhirnya memutuskan untuk penyerang Amerika Serikat dan Militer Inggris di Asia serta menguasai sumber daya alam di Asia Tenggara.

Singkatnya, Jepang yang semakin agresif mulai mengusik Negara-negara Barat yang memiliki kepentingan dan koloni di Timur jauh seperti Amerika Serikat di Filipina, Inggris di Malaya, Hongkong dan Singapura, Belanda di Hindia Belanda (Indonesia) dan Prancis di Indochina. sehingga kemudian Jepang ikut ke dalam perang.


Karena tekanan sanksi Ekonomi Amerika Serikat terhadap Jepang dan gagalnya proses dialog antar kedua Negara, akhirnya pada tanggal 7 desember 1941 Jepang secara tiba-tiba melakukan penyerangan ke pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat Pearl Harbour di Oahu Hawaii. Disisi lain penyerangan tersebut di mata para pengamat pemerintahan di Tokyo menjadi sebuah bentuk keputusasaan dari pemerintah Jepang, karena pada awal bulan Desember 1941, Perdana Menteri Hideki Tojo memberitahukan kepada Kaisar bahwa “Kekaisaran kita tidak memiliki solusi alternative selain untuk memulai perang” serangan mendadak tersebut menghancurkan sebagaian besar armada laut AS, akhirnya pada esoknya pada tanggal 8 Desember 1945 Amerika Serikat bersama Inggris menyatakan perang terhadap Jepang. Peristiwa inilah yang selanjutnya dikenal dengan Perang Pasifik atau Perang Asia Timur Raya. Perang Pasifik merupakan salah satu peperangan laut terdahsyat yang pernah terjadi di muka bumi.


Keterlibatan Indonesia Dalam Perang Pasifik
Sesuai dengan pemaparan diatas, bahwa salah satu latar belakang terjadinya Peran Asia Pasifik adalah karena kepentingan Jepang untuk menguasai dan mengeksploitasi sumber daya alam wilayah lain di Asia demi kepentingan dan kemakmuran negaranya, yang semua itu berujung pada penjajahan.

Adapun propaganda yang dilakuakn oleh Jepang untuk menarik simpatik Negara-negara Asia termasuk Indonesia yang saat itu sebagaian besar berada dibawah penjajahan Negara-negara Eropa. Salah satu propagandanya adalah membentuk Gerakan 3-A (Nipon Pemimpin Asia, Nipon Pelindung Asia, Nipon Cahaya Asia) pa tanggal 1 Juli 1942.


Aksi Jepang ini menimbulkan kemarahan Negara-negara sekutu (Amerika Serikat, Australia, Belanda, selandia Baru, Inggris, Tiongkok, dll) yang merasa negaranya terancam serta eksistensi mereka di wilayah jajahannya terganggu. Propaganda ini menarik simpati bangsa Indonesia yang sedang terjajah untuk berkolaborasi dengan Jepang yang datang sebagai saudara tua dalam membantu perjuangan kemerdekaan. Ternyata Gerakan 3-A ini hanya sebagai tipu muslihat Jepang dan tidak sejalan dengan kenyataan, dimana kekejaman dan kebiadaban tentara Jepang sangat melukai dan menimbulkan kerugian yang laur biasa bagi bangsa Indonesia. Adapun wilayah yang sangat terdampak dalam peperangan ini adalah Maluku, karena dari aspek geografis berbatasan langsung dengan samudera pasifik dan Australia (salah satu Negara Sekutu). Beberapa wilayah di Maluku dijadikan pangkalan militer Jepang, serta pihak Sekutu juga menempatkan pasukan dibeberapa pulau lain di Maluku. Kondisi itu membuat Maluku menjadi ajang pertempuran kedua kekuatan militer tersebut, akibatnya banyak rakyat sipil yang menjadi korban dan menimbulkan trauma ketakutan luar biasa bagi masyarakat.


Dampak Perang Pasifik
Setelah kekalahan Jepang, semua semua Negara yang berhasil dikuasainya secara otomatis jatuh kembali ke penguasa sebelumnya. Maka dari itu, keadaan ini membuat Jepang kehilangan seluruh kekuasaan dan wilayah jajahan yang berhasil diperoleh selama masa imperialismenya. Ini merupakan salah satu dampak positif yang dirasakan pada masa Perang Asia Pasifik seperti Indonesia. Pada masa itu pasukan Jepang sedang terdesak akibat serangan sekutu dan hasilnya banyak tentara Jepang yang ada di Indonesia ditarik. Sehingga tentara Indonesia lebih memiliki kekuatan untuk mendesak dan menyerang tentara Jepang. Hingga 17 Agustus 1945, Indonesia mampu memproklamasikan kemerdekaan bahkan sebelum Perang Asia Pasifik selesai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *