Soal Vaksin, Presiden Jokowi Mulai tidak percaya kepada Menterinya?

Tulisan : Agus Floureze

,

JAKARTA– Terlihat Presiden Jokowidodo sekarang mulai benar benar Pro Kerakyatnya ketimbang Kabinet Menterinya, dan mulai bosan melihat Gaya menterinya yang dianggap Over Acting, terlihat dalam masalah Vaksinasi, Jokowi minta jangan tergesa gesa, jika perlu ditunda Pemberian Vaksinasi ke Rakyatnya.

Menurut Jokowi jangan sampai, kejadian ini serupa dengan permasalahan Omnibuslaw, yang memperkeruh Hubungan Pemerintah dan Rakyatnya.

Penundaan tersebut langsung disampaikan oleh Presiden Jokowi. Yang meminta pembantunya untuk tidak buru-buru. Harus dipersiapkan secara matang, sosialisasi kepada masyarakat agar tidak terjadi misinformasi seperti omnibuslaw, serta mempertimbangkan sisi medis.

“Hati-hati, jangan sampai kita tergesa-gesa ingin vaksinasi sehingga kaidah-kaidah scientific, data-data science, dan standar kesehatan ini dinomorduakan. Tidak bisa,” ujar Jokowi.

Pertanyaannya kemudian, Presiden sedang menegur siapa? Siapa yang tergesa-gesa?

Dari jejak digital, setidaknya ada Beberapa menteri yang selama ini begitu vokal berbicara soal vaksin. Yakni Luhut Panjaitan , Erick Tohir, Menteri Kesehatan Terawang.

Pada bulan September lalu, Luhut sudah mengklaim bahwa vaksin dari China dan Abu Dhabi akan tiba di Indonesia, langsung bisa disuntikkan kepada Rakyatnya.

Data terakhir NSM Suara Merdeka, Presiden sepertinya merubah haluan, tidak lagi mendengar menterinya melainkan mendengar Rakyatnya secara langsung, Terbukti dari Permasalahan Omnibuslaw, Otsus Papua, Masalah Penghinaan Nabi Muhamad SAW oleh Presiden Prancis, dan Vaksinasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *