Donggala adalah Bola Bertuan ada kaitannya dengan Bone dan Gowa

Tulisan : R Mas MH Agus Rugiarto SH / Agus Floureze | Ketum LBH Phasivic

,

Tulisan ini merupakan Pandangan Demokrasi Ilmiah Penulis bisa dinyatakan Fakta dan Bisa dinyatakan Fiksi, untuk mengkaji dari sudut Pandang Kultur Kesukuan, Sejarah, Politik dan Sosial Budaya, Spritual, Tentang Kerajaan Donggala.

Sebenarnya Donggala Bagian dari Nusantara Zaman Kerajaan Majapahit, Usai Runtuhnya Kerajaan Majapahit kurang lebih ditahun 1500 Masehi, Abad itu dikuasai Raden Pattah dari Kerajaan Demak, atau kerajaan Islam.

Raja Raden Pattah memberikan kebebasan kepada Para Pedagang Gujarat dari Arab, India, Cina untuk berdagang di daerah Nusantara bekas Kekuasaan Majapahit.

Sehingga Zaman Raden Pattah ini dikenal Perdagangan Ekonomi melalui Laut, Termasuk Donggala bagian dari Kekuasaan Raden Pattah yang dikenal Beradaban Islam di Sulawesi.

Karena Pelabuhan Donggala dikenal Pelabuhan persinggahan terbesar di Sulawesi, maka berdatangan para Gujarat dan Pedangang dari Cina,Arab, India, Bone, Gowa kewilayah Pelabuhan Donggala, ada yang menetap ada juga menjadi persinggahan.

Menurut Penulis Akulturasi Wajah Masyarakat Asli Donggala adalah Lebih banyak Perpaduan India – Arab, dan hal itu kenyataan ilmiah tak bisa dipungkiri, sehingga Akulturasi wajah tersebut di klaim sebagai Suku Kaili.

Diperkirakan Kerajaan Demak Berakhir tahun 1548, saat terjadi Pemberontakan Joko Tingkir, dan hal ini dimanfaatkan VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie), di Abad ke-17. Maret 1602 – dimana Belanda berusaha memonopoli perdagangan rempah-rempah dengan membentuk suatu kongsi dagang bernama VOC. 

Diperkirakan tahun 1600 Masehi Donggala telah dikuasai Jajahan VOC Belanda dan setelah itu Jepang.

Diperkirakan Tahun 1667 Donggala telah ada , sebagai Pesaing Kerajaan Ternate , Gowa ( Makassar) Bone ( Bugis).

Mengapa Donggala dikenal Gabungan Sukuinisme Bugis, Makasar, Cina , Arab, India, karena Donggala dikenal tempat Persinggahan Perdagangan dunia.

Jika diliat dari kejayaan Majapahit dibawah Kekuasaan Panglima Mahapatih Majapahit 1293 M hingga 1500 M, keberadaan Kerajaan Donggala usai runtuhnya Majapahit, akan tetapi sebelumnya merupakan Jajahan Majapahit.

Kerajaan Donggala saat itu bersamaan dengan adanya Kerajaan Bone, Gowa dan Terakhir Tidore, Kerajaan Buton, dan Gorontalo.

Hanya saat itu Kerajaan Donggala lebih kearah Perdangan hasil Rempah dan Hasil Bumi, sehingga VOC menganggap saat itu Donggala adalah Kerajaan Yang kaya akan sumber daya alam, sehingga merupakan Pusat Perdagangan Terbesar dizamannya.

Berikut nama kerajaan yang dicatat penulis yang sempat menjadi Jajahan VOC yang sempat di lalui Mahapatih Gajah Mada.

  1. Kerajaan Bone diperkirakan Berdiri ditahun 1300 Masehi, masih dalam Penguasaan Majapahit.
  2. Kerajaan Gowa Diperkirakan pula berdiri ditahun 1300 Masehi, Begitu pula Kerajaan Buton, Sehingga kerajaan ini di kelompokkan masih dalam kekuasaan Tihta Majapahit.

Sedangkan adanya Kerajaan Donggala, Tidore diketahui setelah Runtuhnya Majapahit, dan masuknya Kerajaan Demak dalam Kekuasaan Raden Pattah.

Sedangkan salah satu Kerajaan yang tidak masuk dalam jajahan VOC adalah Kerajaan Gorontalo .

Dalam sejarah mencatat, bahwa Donggala Pusat pelabuhan terbesar , hingga sekarang Sejarah tersebut tersingkir dengan adanya Politik Modernisasi.

Para praktisi supranatural Salah Satunya Ki Kusumo Balaputra Dewa , menganggap Donggala adalah Bola Bertuan,setelah ditelusuri dalam Bahasa Hindia Belanda , bahwa Nama Donggala dengan dipisahkan Kalimat Dong- Gala, diartikan Bola Bertuan.

Sehingga tidak salah Daerah Tersebut di juluki Bola Bertuan.

Tulisan ini adalah tulisan bisa dikatakan Fiksi, karena sulit dibuktikan dengan Fakta Pembenaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *