Pengacara Kadang Dijadikan Jebakan Batman? Officium Nobile dimana?

Penulis : R.Mas MH Agus Rugiarto SH | Advokat

,

Kadang Pengacara di ibaratkan Buruh Bangunan di Gaji saat selesai bekerja, padahal Keberadaan Pengacara adalah Officium Nobile Pekerjaan Terhormat, yang diatur Jasa Advokat dalam UU No. 18 tahun 2003.

Sehingga Penulis, perlu perlu menjelaskan lagi, mengapa pengacara Advokat diberikan hak jasanya, diberikan hak tranportasi dan diberikan hak sucses Vie, sehingga perlu membuka kembali UU No. 18 Tahun 2003.

Dalam Undang udang tersebut pasal 1 ayat 2 UU Nomor 18 Tahun 2003 telah diatur tentang Jasa Hukum yaitu jasa yang diberikan Advokat berupa memberikan konsultasi hukum, bantuan hukum, menjalankan kuasa, mewakili, mendampingi, membela, dan melakukan tindakan hukum lain untuk kepentingan hukum klien.

Dan soal Jasa Advokat telah diatur dalam pasal Pasal 21 ayat (1)Advokat berhak menerima Honorarium atas Jasa Hukum yang telah diberikan kepada Kliennya. Dan ayat (2)Besarnya Honorarium atas Jasa Hukum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan secara wajar berdasarkan persetujuan kedua belah pihak.

Dari hal tersebut, Jangan ditafsirkan Bahwa Biaya Transportasi adalah suda ingklut dengan jasa Advokat.

Ditanya kadang klien membuat jebakan Batmen terhadap Advokat? , penulis menjelaskan Bahwa sesering Advokat dijadikan jebakan Batmen, dengan cara janji janji fiktif yang dilakukan Klien, ” Nanti dibayar setelah selesai perkara,” atau tidak mau membayar jasa advokat dan tidak diberikan hak tranportasi,” Kadang ini menjadi polemik yang berdampak saling tuntut.

Belakangan banyak keluhan dari Advokat Muda, bahwa kadang klien, meminta kembali jasa Advokat, padahal advokat sudah bekerja.

Menurut pandangan saya, bahwa yang namanya Jasa Advokat tidak dapat dikembalikan, Si Advokat dapat menuntut hak hak yang belum dibayar klien, hak tranportasi dan hak sucses vie.

Advokatpun dijamin dalam pasal 16 yang berbunyi Advokat tidak dapat dituntut baik secara perdata maupun pidana dalam menjalankan tugas profesinya dengan itikad baik untuk kepentingan pembelaan Klien di dalam maupun di luar sidang pengadilan.

Artinya selama Advokat memegang Surat Kuasa, tidak dapat dilakukan Pidana dalam Proses Membela klien.

Yang dapat dikenakan Pidana dalam UU Advokat adalah Orang yang mengaku Advokat padahal bukan seorang Advokat.  

Penulispun menerangkan, bahwa Advokat adalah sebagai seorang manusia yang bisa menuntut Haknya dalam Hukum berlaku di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *