Walikota Gorontalo Lebih Kearah Pro Rakyat, Dalam Pola Egaliter Ekonomi

Penulis : R Mas MH Agus Rugiarto SH | Agus Floureze | Pendiri YLKI Gorontalo dari tahun 2000 | Ketum LBH Phasivic Jakarta Pusat | Advokat DKI Jakarta

Walikota Gorontalo menganut Paham Prinsip Kesetaraan Ekonomi atau biasa disebut Egaliter Ekonomi

Sebelumnya Episode sebelumnya saya menulis Walikota Gorontalo melihat ekonomi kerakyatan untuk rakyatnya, Kali ini Tulisan saya tentang Covid-19 Rakyatnya mulai tidak takut, yang terpenting Tetap menerapkan Protokoler Kesehatan.

Pandemik Covid-19 diakui tetap ada, kondisi ekonomi perlu diperhatikan pula, terlihat Masyarakat diberikan kebebasan menjalankan usaha seperti biasanya sebelum terjadi Covid 19.

Ada yang menjalankan bisnis Rumah Makan, Cafe, dan tempat hiburan lainnya, terlihat dimalam hari bagaikan Kota Malioboro. Sehingga Trand Prilaku Konsumen Gorontalo sekarang menghilangkan Rasa Psikologi terhadap Covid 19, bahwa kehidupan dimata mereka masih panjang.

Menurut Penulis Konsep ekonomi kerakyatan adalah sebuah ideologi “jalan tengah”  dalam menghadapi Covid-19, Konsep ini dijelas dalam Pasal 33 UUD 1945.

Kegagalan ekonomi kerakyatan ini justru lahir dari perubahan regulasi yang memudarkan semangat egaliter ekonomi, misalanya Bahwa Wabah Covid-19 merupakan akhir zaman, yang akan memutuskan pertumbuhan ekonomi, ternyata berbeda dilakukan Walikota Gorontalo H. Marten Taha, semangat Egaliter ekonomi ini dilakukan untuk mensejahterakan rakyatnya.

Regulasi Covid 19 ini , jangan dijadikan tidak bisa berkembang Bisnis Perekonomian di Gorontalo, akan tetapi semangat mandiri meningkatkan ekonomi dinomor satukan.

Saemaul Undong di Korea Selatan, ataupun Federal Land Development Authority (FELDA) di Malaysia, pernah mengatakan Anjloknya ekonomi Bukan Pada Pola Minimnya Konsumen berbelanja, akan tetapi Deregulasi Pemerintah dianggap terlalu berlebihan.

Selain itu, adanya konstelasi politik pada yang memungkinkan penerapan Protokoler Pemerintah harus dijalankan .

Pantauan penulis dari Tanggal 2 November 2020.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *