Lelang di Share di FB, Debitur Diberikan Kewenangan Melapor Pidana dan Gugat PMH

Penulis : R Mas MH Agus Rugiarto SH | Agus Floureze

Ada yang bertanya kepada saya, apakah dalam Proses Lelang dengan menyebut nama di-share di Facebook (FB) dikenakan UU ITE Nomor 11 Tahun 2008?

Sebelum masuk pada UU ITE Nomor 11 Tahun 2008 , saya perlu menjelaskan Pentingnya Penerapan UUD 1945 untuk bermasyarakat dan bernegara, salah satunya hak kebebebasan Manusia sebagai kebebasan individu, yang saling menghormati, menjunjung harkat dan martabat manusia.

Telah diatur pada ayat 27 sampai dengan 34 UUD 1945, artinya manusia secara Individu mendapatkan Perlindungan dan Dijamin oleh Hukum.

Yang Jadi Pertanyaan, Apakah Menyebut Nama pada saat Pengumuman Lelang dibagi di FB dikenakan UU ITE?

Saya perlu menjelaskan secara umum dahulu pasal  Pasal 27 ayat (3) UU ITE adalah sebagai berikut: Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Artinya disini, jika Korban yang dicantumkan nama merasa keberatan, maka penerapan UU ITE pasal 27 ayat 3 Dapat Dilakukan, jika pihak korban tidak keberatan , maka permasalahan ITE tidak dapat dipermasalahkan.

Penjelasan mendistribusikan, agar mendapat hinaan kepada korban melalui FB, bisa dikategorikan Pelanggaran UU ITE.

Sehingga pencemaran nama baik dengan account (akun) Facebook memenuhi unsur “membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik”, sehingga termasuk perbuatan pidana.

Bagaimana hukuman pencemaran Nama dalam FB terkait Lelang?

Menurut saya telah diatur dalam Pasal 45 (3) UU ITE, dimana Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah). Penjelasan :Pasal 45Ayat (3)Cukup jelas.

Pasal 45  ayat (5)Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan delik aduan.Penjelasan :Pasal 45Ayat (5)Cukup jelas.

Sayapun harus menjelaskan Revisi pemerintah hanya berimplikasi bahwa tersangka pelanggaran pasal 27 ayat (3) dari ancaman 5 tahun penjara, menjadi 4 Tahun Penjara.

Jadi Kreditur atau Perbankan disarankan , untuk membuat pengumuman Lelang di FB, tidak perlu mencantum nama Debitur, dan Foto Rumah perlu dibayang Bayangi, yang dapat di cantumkan Nomor Sertifikat, Luas Rumah dan Luas Bangunan.

Sehingga untuk mengajukan Gugatan kepada Kreditur, dapat dilakukan 2 Langkah Bisa dilaporkan Pidana terkait Hukuman badan, dan bisa juga Digugat terkait denda Kerugian sebesar Rp. 750 Juta.

Sehingga debitur bisa melakukan dua langkah tersebut.

Kriditur mrmiliki hak melelang dan Debitur memiliki hak juga menggugat Pencemaran nama baik, dalam bentuk Gugatan PMH.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *