Soal Penarikan Kendaraan, YLKI Gorontalo Mengukir Sejarah Kalahkan ACC Finance,Ini Kronologisnya?

Jakarta, Mungkin kali pertama di Indonesia Perusahaan Pembiayaan dikalahkan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Gorontalo, hingga sampai Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia memutuskan kekalahan ditujukan kepada Perusahaan ACC Cabang Gorontalo, hingga pada Proses Eksekusi Pengadilan.

Hebatnya YLKI Gorontalo menang dalam Perkara No 62/ Pdt.G/2018 Melawan PT Astra Sedaya Finance (ACC) Cabang Gorontalo, bukan hanya Pelanggaran Penarikan Kenderaan yang dilaakan ACC Cabang Gorontalo, akan tetapi Pengadilan diperintahkan mengeksekusi kembali Mobil yang dikuasai ACC, hingga mengundang para masyarakat yang hadir,untuk menyaksikan kehebatan YLKI Gorontalo Mengalahkan ACC Cabang Gorontalo.

Pertemuan Pendiri dan Ketua Umum YLKI Gorontalo belum lama ini

Ketua Umum YLKI Gorontalo Harianto Puluhulawa, S.Kom, SH Jumat (3/11) disaat saat kesibukannya menjelaskan, bahwa Kemenangan YLKI Gorontalo berkat Tim solit yang tergabung di Devisi Hukum pada kantor Advokasi Perlindungan Konsumen Indonesia, tim tersebut terdiri dari Hariyanto Puluhulawa Skom, SH dan Husain Zain SH, serta Irman Ukali SH , yang beralamat di kantor SEBELUMNYA di Jalan Rambutan Kelurahan Tomulabutao, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo dan SEKARANG alamat baru Kantor YLKI di Jalan Raja Eyato No 10, berdasarkan surat kuasa tanggal 03 September 2018, atas nama pemberi kuasa Si Buyung Pauweni tempat tanggal lahir Batudaa 21 April 1977, jenis kelamin laki laki, Agama Islam, Pekerjaan Pegawai Negeri Sipil dan beralamat di Kelurahan atau Desa Marisa Selatan, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuato, Kewarganegaraan Indonesia selanjutnya di sebut sebagai Penggugat.

Diapun menerangkan Gugatan ini di daftarkan oleh Kuasa Hukum Si Buyung Pauweni sejak tanggal 5 September 2018 dengan Nomor Daftar 62/PDT.G/2018, saat penarikan yang dilakukan oleh Debt Collector Acc Finance, dengan cara mengelabui keluarga Si Buyung Pauweni atas nama kontrak.

Debt Collector Acc tersebut , sebut saja namanya beinisial ACG dan ED yang datang ke rumah konsumen ingin menawarkan bantuan pengobatan tradisional terhadap atas nama kontrak yakni Si Buyung Pauweni di Daerah Suwawa Kabupaten Bonebolango, dengan harapan penyakit buyung bisa di sembuhkan.

Pihak keluarga tidak menyangka dan tidak mempunyai firasat atau prasangka buruk terhadap Debt Collector tersebut, mereka bermusyawarah dan sepakat menerima tawaran pengobatan di Suwawa, dengan harapan Si Buyung bisa sembuh seperti semula, penyakit yang di derita oleh klien terkait penyakit gula, dengan kondisi yang sangat memprihatinkan tinggal tulang di balut kulit, kurus ceking.

Istri dari Buyung Pauweni sungguh tidak menaruh curiga sama sekali kepada dua orang Debt Collector yang datang membawa suaminya ke tempat pengobatan di daerah Suwawa, salah satu Debt collector menyampaikan kepada istri buyung, ibu harus bawa supir atau menyewa orang yang akan membawa mobil suami, sebab perjalanan ini sangat jauh, kata salah seorang debt collector, dengan semangatnya istri buyung menghubungi saudaranya dan tidak lama sopir tersebut datang langsung membawa barang bawaan ke dalam mobil, serta si buyung di bopong atau di gendong bersama sama ke dalam mobil Calya warna merah milik si buyung menuju ke tempat pengobatan di Suwawa Bone bolango sesuai petunjuk debt collector tersebut.

Setelah sampai di tempat pengobatan tradisional di suwawa, kliennya kembali di bopong menuju kerumah yang ditunjuk oleh debt collector, disini pak buyung bisa sembuh begitu kata kata si debt collector kepada istri klien Harianto dkk.

Lanjut Ketua YLKI Hariyanto Puluhulawa, tidak lama kemudian si debt collector inisial Acc meminta tolong kepada istri klien,

” saya kutip kata katanya ya, begini” bu tugas saya sudah selesai ya antar suami ibu ke tempat pengobatan insya allah disini bisa sembuh ya bu, sekarang saya mau balik kerumah bu, saya boleh minta tolong supir bisa antar saya pulang kerumah di tapa, tanpa merasa curiga istri klien kami memerintahkan supir untuk mengantar si Acc debt collector ini,” ujarnya.

Si sopir ini bertanya mau diantar kemana pak, si debt collector bilang jalan aja dulu nanti saya tunjukin jalannya, selama dalam perjalanan si debt collector ini menelphone dengan bahasa sandi mereka, si supir sama sekali tidak curiga bahwa mobil yang di bawanya nantinya akan di tarik dijalan, si debt collector bilang begini, pak kita lewat Mall saja ada mau saya singgah disitu, si supir manggut manggut saja sesampai di Mall empat orang berbadan besar besar mencegat mobil calya merah milik klien kami, si debt collector langsung turun dan menghilang entah kemana perginya, si supir kaget salah satu dari empat orang tadi mengatakan bahwa mobil sedang kami cari dan sudah menunggak belum bayar angsuran.

Akhirnya si supir pulang ketempat pengobatan dengan naik bentor akan melaporkan ke istri klien, bahwa mobil di tarik di depan Mall dan sopir disuruh pulang naik bentor, dan si istri melaporkan masalah yang terjadi barusan kepada suaminya dan suaminya tak bisa berbuat apa apa, tutur Ketua YLKI Gorontalo.

Sekretaris YLKI Gorontalo Irman Ukali SH, mengatakan kami menggugat pembiayaan Acc Finance dengan dasar Perbuatan Melawan Hukum ( PMH ) dan pihak YLKI Gorontalo memenangkan perkara di Pengadilan Negeri Kota Gorontalo dengan Putusan PN NO 62/PDT,G/2018/PN GTLO, di Pengadilan Tinggi pun juga kami menangkan dengan Putusan PT. Nomor 06/PDT.G/2019/PT.GTLO, begitu juga dengan Kasasi kami menangkan lagi, dengan Putusan Kasasi Nomor 3610.K/PDT/2019 tegas Irman Ukali SH.

Husain Zain SH, saat di mintai tanggapannya di kantor Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI-G ) menjelaskan semua gugatan yang masuk di Pengadilan adalah Perintah Ketua YLKI Gorontalo.

” Dan saya ini adalah Advokat YLKI, seingat saya pihak Finance atau Leasing yang sudah YLKI gugat cukup banyak juga, seperti BCA FINANCE, SMS FINANCE, OTO MULTIARTA FINANCE, BFI FINANCE, ADIRA FINANCE, FIF FINANCE, MY BANK FINANCE, MANDIRI TUNAS FINANCE, dari sekian Perusahaan Pembiayaan yang saya sebutkan tadi mereka mau bermusyawarah dan selesai di sidang mediasi, hanya Astra sedaya atau Acc Finance yang tak mau musyawarah dengan kami, tetap dalam pendirian mereka,” ujar Husein.

Ditempat terpisah Pendiri YLKI Gorontalo saat di hubungi melalui telephone selulernya R Mas MH Agus Rugiarto SH biasa disapa Agus Floureze di mintai tanggapanya mengenai kemenangan YLKI, mengucapkan apresiasinya kepada Ketua YLKI Gorontalo sekarang yakni Hariyanto Puluhulawa S kom, SH terhadap kinerjanya dan team kuasa hukum YLKI tetap memperjuangkan Konsumen, sampai dunia kiamat.

” Saya bangga, dan selama ini konsumen selalu dirugikan oleh pelaku usaha yakni pembiayaan utamanya penarikan, kalau bisa soal lelang rumah harus diperjuangkan, luar biasa YLKI Gorontalo sampai menang di Mahkamah Agung, secara baru di Indonesia, dan maaf ya mungkin ini yang pertama kali eksekusi objek yang di bacakan oleh Juru Sita Pengadilan Kota, di lakukan di halaman kantor Astra Sedaya Finance atau Acc di Gorontalo ” tutup Agus Floureze

Agus berharap jika ada Konsumen di luar Gorontalo, yang berharap Advice mereka, silakan menghubungi mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *