Tidak Sepakat Mewakili Presiden 3 Orang untuk bicara, Harusnya Jubir Masuk

JAKARTA– Sebelumnya Staf Khusus Presiden Moeldoko menyatakan bahwa yang berhak berbicara mewakili Presiden Jokowidodo hanya 3 yakni Dirinya sendiri, Mensesneg dan Menseskab.

Menurut Ketua Umum LBH Phasivic Agus Floureze kepada media Sabtu (14/11) mengatakan Pernyataan Kepala Staf Kepresiden.

Seharusnya 4 Orang, salah satunya Juru bicara Presiden ( Jubir ), Karena fungsi Jubir tersebut sebagai pejabat yang ditunjuk oleh Presdiden yang berfungsi untuk menyampaikan berbagai komentar resmi yang mengatasnamakan presiden.

” Kok bisa Bang Moeldoko bicara gitu, seharusnya 4 lah mewakili Presiden, salah satunya Jubir Presiden,” tegas Pentolan FKPPI ini.

 Juru bicara Presiden Fadjroer Rahman dalam Akun Twitternya mendukung Pernyataan Moeldoko, bahwa cuma tiga yang bisa mewakili Presiden berbicara ke Publik.

Menurut Fadjroel, dirinya adalah juru bicara presiden yang hanya bertugas untuk menyampaikan kembali pidato maupun kebijakan Presiden Joko Widodo kepada publik.

Betul yang disampaikan Pak Moeldoko @KSPgoid karena TUPOKSI saya sebagai SKP bidang komunikasi/@JubirPresidenRI hanya menyampaikan/mengkomunikasikan/ menjabarkan arahan/pidato/kebijakan Presiden @jokowi kepada publik (audience) ~ FR,” seperti dikutip dari akun twitter @fadjroeL, Jumat (13/11).

Pernyataan Fadjroel itu menanggapi tautan berita yang memuat pernyataan Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko bahwa hanya ada tiga orang yang kini dapat berbicara mewakili istana, yakni Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko.

Moeldoko terang-terangan mengatakan bahwa hanya ada tiga sosok yang kini mewakili istana. Ungkapan ini disebutkan Moeldoko lantaran ada sejumlah kasus simpang siur mengenai istana.

“Intinya bahwa semuanya itu yang ingin saya garis bawahi, jangan dikit-dikit Istana. Seperti yang kemarin itu masalah sepeda. Sepeda kemarin, saya harus jujur bahwa presiden enggak ngerti apa-apa,” kata Moeldoko. Dikutip dari CNN Indonesia.

Di awal periode kedua Jokowi memimpin, ia mengangkat Fadjroel Rachman sebagai Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi. Posisi Fadjroel juga diketahui merangkap sebagai juru bicara.

“Akhirnya 21 Oktober 2019 saya tahu penugasan khusus dari Presiden. Berdasar keppres (keputusan presiden) sebagai staf khusus presiden bidang komunikasi sebagai jubir Presiden,” kata Fadjroel saat pengumuman nama nama menteri tahun lalu.

Sumber / Kutipan CNN Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *