Pradaban Pergeseran “Tata Krama” Memasuki Era Baru

Penulis : R Mas MH Agus Rugiarto SH | Agus Floureze

Bukan karena terjadi Covid 19 mendunia, terjadi Perubahan Tata Krama sopan santun bermasyarakat, dizaman sebelum Covid 19, Virus Tata Krama Sopan santun semakin menjauh dari Budaya Leluhur Bangsa Indonesia.

Penulis mencontohkan, tata kromo kepada yang lebih tua, sepertinya telah semakin tak terlihat, sopan santun menyapa, hingga berbicara tanpa norma kesopanan.

Bahkan terjadi pula pada Guru dan Murid, dulunya dizaman penulis, ketika Guru lewat, kadang Penulis bersembunyi dipojok pojok dinding, hingga tak terlihat oleh Guru karena menghargai seorang Guru, sekarang Gurunya diajak merokok oleh muridnya. Selain itu tata krama melewati orang yang sementara duduk untuk mengatakan Permisi atau tangan ditengada kebawah sudah jarang terjadi.

M.U.L Sumardani, Awal Tata Krama , sopan santun, salah satunya muncul dari Budaya Jawa dizaman dinasty salendra, telah diterapkan sopan santun tata Krama tersebut.

Istilah Tata krama dalam masyarakat lebih menitik beratkan kepada norma-norma sopan santun dalam bermasyarakat.

Norma-norma itulah yang menjadi nilai tata krama dalam budaya masyarakat yang beretika, bertata krama, bersopan santun.

Dalam tata krama budaya yang telah di ajarkan dari zaman Nenek Moyang, untuk dapat menghormati Orang Lain, Tidak Melihat Tua dan Muda atau orang tersebut punya strata bibit, bebet dan Bobot.

Bist Smit mengenal Indonesia memiliki Budaya Sopan santun sangat tinggi.

Tata krama dalam masyarakat dapat menciptakan suatu kebaikan, keselarasan, kedamaian, kebahagiaan dan keselamatan.

Kehormatan suatu masyarakat di antaranya tergantung pada tata krama yang berlaku dalam masyarakat itu.

Karena tata krama atau sopan-santun adalah hasil proses pengadaptasian seseorang dalam bersosialisasi.

Belakangan Pelaksanaan Tata Krama, Norma dan Etika mulai akan punah, sejalan dengan perkembangan zaman, misalnya di Era Baru.

Penulis melihat Covid 19 ini, telah Berubah sejarah dunia bahwa kita masuk era baru, era yang mewajibkan kita menggunakan masker, tidak boleh berjabat tangan, cuci tangan sebelum masuk.

Dan era-baru menjadikan Kebutuhan Pokok adalah Media Sosial, yang kebanyakan melenceng dari Norma norma berlaku di Indonesia.

Dan mau tidak mau kita harus terima, tidak ada alasan untuk menerima.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *