Agus Floureze Bukan Sembarang Orang, Aktivis Hidup dari Keluarga ABRI

JAKARTA– Nama Agus Floureze menjadi perbincangan di kalangan Tokoh Nasional, ” Kok Tiba tiba ditahun 2020 Namanya sangat melejit utamanya dikalangan kepolisian,”.

Agus Lahir di Desa Tompe, Kecamatan Sirenja Kabupaten Donggala, Jarak dari Kota Palu menempu jarak kurang lebih 80 Kilometer.

Dia merupakan Cucu kesayangan dari Almarhum Iptu Pol. Andrias Ade, yang dizamannya diutus Negara untuk memberantas Permesta di Daerah Donggala.

Diapun ponakan Almarhum Pembantu Letnan Satu TNI Yosep, yang bertugas terakhir di Wani Donggala.

Ibunya Martha adalah Anggota FKPPI di zaman orde baru. Agus hidup dimasa kecil dalam Kehidupan Keluarga ABRI, sehingga dikalangan orang Sirenja ataupun Warga Wani merukan Cucu Asli Om Ade (Andrias).

Melihat Sosok Ketua Umum LBH Phasivic Jakarta Pusat ini, bukan secara Instan menjadi Figur dikenal namanya, melainkan perjuangan cukup panjang, dari mulai sebagai Aktivis mahasiswa, hingga memiliki kader kader yang cukup militan diseluruh Indonesia.

Walaupun demikian, Gaya sederhana ditampilkan Agus ini, bukan berarti dia hanya hidup sebagai Aktivis, akan tetapi dia memiliki Karier Yang Lumayan diperhitungkan, diantaranya sebagai Pengacara Nasional yang berkantor di The Plaza Indonesia.

Tokoh Advokat yang sangat dekat dengan dirinya adalah Pengacara Sunan Kalijaga, Ardi Mmelembout Pengacara AHY (Kadiv Partai Demokrat) dan Pengacara Senior Petrus Balapationa.

Sehingga Ki Astro melihat Sosok Kader Almarhum Syahbuddin Mustafa Mantan Wakil Ketua Umum Golkar Provinsi Sulteng ( Zaman Orde baru), menganggap bahwa didalam tubuhnya Agus masih mengalir darah Militer dari Turunan Kakeknya yang benar benar membela Negara Indonesia.

Salah satu Kader Almarhum Rektor Untad

Bukan itu saja dikalangan Militer Zaman Kerajaan Majapahit, dia termasuk turunan yang kental dengan darah Biru, dari turunan Ayahnya R Kusnandar Sunyoto Hadinoto.

” Nga mungkin lah Namanya sehebat itu kalau bukan campur tangan Tuhan,” tegas Paranormal Jawa Timur tersebut.

Diapun masa mudanya, dikenal sebagai Wartawan Harian Nuansa Pos Sulawesi Tengah, yang memiliki kedekatan dengan Mantan Rektor Untad, hingga salah satu perusahaan media koran dikelola Agus Floureze, sebelum dirinya Hijrah ke Gorontalo dan Jakarta.

Bukan itu saja, Dia termasuk ponakan asli Profesor DR. Drs. Maximus Jaeng, Guru besar Universitas Tadulako di Palu.

Menurut Profesor Maxinus Dizaman Orde Baru, Kakek Agus Floureze adalah Sosok yang sangat keras,sehingga orang Flores kalau masuk di Palu, harus silaturahmi dengan kakeknya.

” Apalagi pamannya Almarhum Yosep, kalau Anak dan Ponakannya di ganggu, Keras bangat gaya militer dia lakukan,” tegas Guru besar ini.

(Hafid)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *