NASIONAL
SUARA MERDEKA
December 4, 2021

Irjen Purn Carlo Ceritakan Kasus Rizieq Sebelumnya

JAKARTA Deputi Hukum & UU Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Irjen Pol. (Purn) Drs. Carlo Brix Tewu, yang Pernah menjabat Direktur Ditreskrimum Polda metro jaya, Minggu (12/12) mengatakan bahwa Pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Al Habib Muhammad Rizieq bin Hussein Shihab atau yang biasa dikenal dengan Habib Rizieq Shihab ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya terkait kasus kerumunan massa yang terjadi di Petamburan, Tanah Abang. Bagian dari salah satu Kasus yang ditangani Polda Metro , dari Zamannya Rizieq Shihab sudah tersandung kasus diantaranya Kasus Monas, hingga Rizieq dihukum 1,5 Tahun .

Carlo mengatakan, dirinya bahkan pernah terlibat langsung dalam kasus Rizieq Shihab ketika dirinya menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya.

“Mereka yang saat sekarang menangani kasus ini adalah orang-orang yang kompeten dan sudah tidak asing dengan tersangka. Negara, dalam hal ini Polri melalui Kapolda Metro Jaya pasti hadir untuk memberikan rasa aman untuk masyarakat,” ujar Carlo di Jakarta, Sabtu (12/12/2020).

Lebih jauh, Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Carlo Brix Tewu kelahiran Rerewokan 13 September 1962

, Tondanoo Barat, Minahasa, Sulawesi Utara,
Menjelaskan, pada tahun 2008, Rizieq Shihab menjadi tersangka kerusuhan Monas. Saat itu, lanjutnya, Rizieq Shihab tersandung masalah pidana kasus pengeroyokan hingga masuk meja persidangan.

Dijelaskannya, saat itu The Dream Team Krimum Polda Metro Jaya yang menjadi penyidik dalam kasus Monas Rizieq Shihab antara lain, Wakil Direktur Krimum, Purwadi Arianto yang saat ini menjabat sebagai Kapolda Lampung, Kasat Kamneg Tornagogo Sihombing yang saat ini menjabat Kapolda Papua Barat, Kasat Jatanras, Fadil Imran yang sekarang menjabat Kapolda Metro Jaya, Kasat Ranmor, Nico Afinta sekarang adalah Kapolda Jatim, Kasat Resmob, Riza Celvian Gumay yang sekarang bertugas di Kepulauan Riau sebagai Kepala Badan Intelijen Daerah, Kasat Harda, Hilman sekarang menjabat Direktur Intelijen BIN, hingga Kanit Analis Densus 88, A Rachmad Wibowo yang sekarang bertugas sebagai Kapolda Jambi.

Untuk diketahui, jelasnya, terkait kasus Monas, Rizieq Shihab terbukti secara meyakinkan melakukan tindak pidana menganjurkan kekerasan terhadap orang dan barang. Terdakwa dikenai Pasal 170 Ayat 1 juncto Pasal 55 KUHP tentang menggerakkan pengeroyokan dan pembiaran tindakan kekerasan.

Kasus kerusuhan Monas terjadi antara anggota FPI dan Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) pada 1 Juni 2008, tepat pada Hari Kelahiran Pancasila. Kerusuhan di Monas kemudian dikenal dengan sebutan insiden Monas.

Berdasarkan hasil penyidikan Polda Metro Jaya, Rizieq Shihab terbukti menjadi otak dari pengeroyokan AKKBB di Monas. Insiden itu bermula ketika AKKBB menggelar aksi peringatan hari lahir Pancasila di Monas. Kemudian, massa AKKBB diserang oleh massa beratribut FPI dan beberapa organisasi masyarakat lain.

Aksi kekerasan itu mengakibatkan peringatan hari kelahiran Pancasila di kawasan Monas harus dibubarkan. Setidaknya tercatat 12 orang peserta AKKBB terluka akibat kekerasan yang dilakukan FPI.

Mereka yang terluka di antaranya Direktur Eksekutif International Centre for Islam and Pluralism (ICIP) Syafii Anwar, Direktur Eksekutif The Wahid Institute Achmad Suaedi, dan pemimpin Pondok Pesantren Al Mizan KH Maman Imanul Haq Faqih dari Majalengka.

Kali ini Rizieq Shihab dijerat dengan Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan dan 216 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Upaya Melawan Petugas.

Sebagai informasi, Rizieq Shihab bukan pertama kali tersandung kasus hukum. Menurut data yang berhasil dihimpun bizlaw.id, sejak tahun 2001, Rizieq Shihab sudah enam kali tersandung kasus hukum dan ditetapkan sebagai tersangka. AF











Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *