Yosef : Wajar AF Bela Negara, Karena Kakeknya Andrias Tahun 1957 Termasuk Pasukan Elit di Utus Ke Sulawesi

JAKARTA– Salah satu Saksi mata yang sekarang masih hidup dan telah berumur 89 Tahun, dia adalah Yosep Malik, Seorang Tokoh Berasal dari NTT Floureze telah menikah dengan masyarakat Suku Da’a, .

Saat kunjungangan Ketum LBH Phasivic Jakarta Pusat Agus Floureze (AF) di kediamannya, Awalnya merasa Kaget, bahwa yang berkunjung Cucu Asli Almarhum Andrias Ade .

Saat itu pula Dia menceritakan sejarah Kakeknya Andrias Ade, Manusia Heroik dari Flores yang mampu melawan Permesta di Sulawesi .

Yosep menceritakan dari awal tugas Andrias dan 6 Tim Elit Polisi yang berasal dari Floureze di utus ke Sulawesi dengan tujuan membersihkan Permesta di Sulawesi.

Saat itu Permesta dianggap sebuah gerakan militer di Indonesia, Gerakan ini dideklarasikan oleh pemimpin militer dan sipil Indonesia bagian timur.

Dengan Pusat gerakan ini mulanya berada di Makasar yang pada waktu itu merupakan ibu kota Sulawesi Berada Di Makassar. Yang Namun perlahan-lahan dukungan di Sulawesi Selatan mulai hilang sehingga pada 1957 markas Permesta dipindahkan ke Manado di Sulawesi.

Salah satu Pasukan Polisi, yang awalnya ditugaskan mengamankan konflik suku di Kalimantan, diberikan tugas bersamaan 6 Orang Lainnya berasal dari Floureze ditugaskan ke daerah Sulawesi, karena adanya Gerakan Permesta merongrong kedaulatan NKRI.

” Dari 100 Pasukan Polri berasal dari NTT Yang ditugas ke Kalimantan, ada 7 Orang yang berasal dari Floureze di tugaskan ke Sulawesi, yang saya ingat Om Puang dan Om Andrias Ade, dan kawan kawannya saya lupa nama namanya, kenapa saya ingat Om Puang dan Om Ade karena mereka tukang mengesekusi Pemberontak,” Ujar Yosep.

Yosep menceritakan saat itu 7 Pasukan itu, diperintahkan menyisir pemberontakan permesta, dari Makassar hingga melintas donggala (Melewati Sulbar sekarang), saat itu masing masing dengan pasukannya.

“Om Puang dengan pasukannya dan Om Ade dengan pasukannya, dan saat itu Andrias Ade melewati daerah Sulbar sekarang, diserang lah dengan pasukan permesta, semua pasukan Andrias Ade Tertembak Mati saat terjadi peperangan, yang tersisa Andrias Ade, pada saat itu om Ade tidak ditemukan, karena bersembunyi di dalam perahu yang tengkurap terbalik,” ujarnya.

Diapun menambahkan, sekitar 6 Jam kemudian, Datanglah pasukan Brimob dari Makassar melakukan penyerangan terhadap permesta, hingga Andrias Ade dapat diselamatkan.

” Banyak kisah Andrias Ade dan Om Puang, saya mau ceritakan sama cucu, nantilah opa ceritakan kapan kapan, jadi tak heran ada cucunya hadir bela negara, dan apa cucu lakukan tidak salah, Perbanyak silaturahmi karena sebagian darah mengalir didirimu, walaupun Islam, ada turunan darah Katolik mengalir, sehingga harus menjadi Negarawan” tegas dengan kalimat semangat.

Diapun merasa Bangga bertemu dengan Cucu Asli Om Andrias Ade , yang sekarang menjadi Pengacara Nasional, Karena menurutnya sejarah Indonesia merdeka, rata rata keluarga Om Andrias Ade pertama dalam sejarah keturunannya jadi Pengacara.

” Turunan Andrias ade di Flores itu , kalau tidak jadi Polisi pasti Tentara, Baru kali ini saya liat Cucunya jadi Pengacara, ” kata Yosep Malik.

Dia menceritakan diakhir tugas Andrias Ade, sebagai Wakapolsek Sirenja yang saat itu Kapolseknya temannya sendiri yang bernama Puang, dengan posisi pangkat yang sama.

(Member / Yulius)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *