Calon Penumpang Badara Mutiara disarankan untuk tiba 2 jam lebih awal sebelum jadwal keberangkatan

JAKARTA– Ketika dihubungi Kepala Bandara Mutiara Ubaidillah, oleh pihak Nasional Suara Merdeka com, Senin (5/1) Mengatakan Bahwa Bandara Mutiara hingga sampai saat ini masih memfokuskan penerapan protokol kesehatan.

Dia mengatakan penumpang yang berangkat dari bandara tersebut dipastikan memenuhi persyaratan tes Covid-19 sebelum terbang.

Pertemuan Pimpinan Nasional Suara Merdeka (NSM) , Ketum LBH Phasivic Jakarta Pusat, Pengacara yang juga Penasehat FKPPI Jakarta Utara di Bandara Mutiara Sulawesi tengah

Lanjutnya persyaratan terkait protokol kesehatan tidak boleh ditawar. Ubaidillah memastikan, pengelola bandara secara berkala menginformasikan seputar implementasi penanganan Covid-19 terkait dokumen syarat penerbangan yakni surat hasil rapid test antigen atau PCR untuk rute tertentu misalnya ke Bali. Jakarta , Surabaya.

Menurut Ubaidillah, fungsi pendeteksian awal sangat bekerja sehingga diidentifikasi positivity rate di bawah satu persen. Dia menegaskan. bagi calon penumpang pesawat yang telah melakukan tes di Airport Health Center dan hasilnya positif, maka dilakukan penanganan lebih lanjut dan berkoordinasi dengan Puskesmas dan Dinas Kesehatan Setempat.

“Dipastikan yang bersangkutan (penumpang positif yang melakukan rapid test antigen) tidak dapat terbang,” ujar Ubaidillah.

Menurut Kepala Bandara selama periode angkutan Natal dan Tahun Baru 2020/2021 sejak 18 Desember , lalu lintas penerbangan di Bandara Mutiara terjadi Penurunan Penumpang Berkisar 50 Persen, hingga membuat Penurunan pendapatan Bandara disegala lini.

Bandara Mutiara mengimbau agar calon penumpang pesawat dapat melakukan tes Covid-19 terlebih dahulu di fasilitas kesehatan di luar bandara. Maka disarankan untuk tiba 2 jam lebih awal sebelum jadwal keberangkatan.

AF-001

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *