NASIONAL
SUARA MERDEKA
July 28, 2021

Pelindo Diperketat, Oknum Polisi Belum Ditemukan Terlibat Ilegal Logging

JAKARTA– Ketika Ketua Umum LBH Phasivic Raden Agus Floureze di wawancarai media Rabu (6/10), dia mengatakan jangan selalu dihubungkan Ilegal Logging dengan Keberadaan Oknum Polisi, karena dalam penelitian yang dilakukan LBH yang berkantor di Plaza Indonesia tersebut, belum ditemukan bukti akurat keterlibatan oknum polisi, masih bersifat testimoni yang tidak bisa dibuktikan dalam ketentuan KUHAPidana.

” Sesuatu yang dijadikan Tersangka Ileggal loging harus memenuhi 2 Alat Bukti, jika tidak memenuhi syarat itu, oknum polisi tidak boleh dikaitkan dengan Ilegal Logging, dan hal itu perlu dipahami masyarakat,”tegasnya.

Akan tetapi menurut Agus, Masyarakat tetap tidak perlu khawatir terhadap aduannya, dimana Aduan tersebut dapat proses ditingkat Peminal jika ada Oknum Polisi terlibat dalam akses Ilegal Logging mengamankan jalur ilegal logging .

Ketum dan Sekjen LBH Phasivic Jakarta Pusat berada di Istana Negara , saat menunggu giliran bertemu Sekkab Promo Anung

” Artinya di Intenal Kepolisian bisa di Proses, dalam bentuk Pelanggaran Kode Etik, akan tetapi jika menjerat ke Proses Hukum Lekspesialis UU Kehutanan harus memenuhi 2 Alat bukti,” tegas Pengacara berkantor di The Plaza Indonesia tersebut.

Dia juga mengatakan Khusus Perusahaan Pelayaran Indonesia (Pelindo) jangan sampai kedapatan mengangkut Kayu Ilegal Logging, pihaknya akan menggugat sesuai ketentuan UU Kehutanan.

” Caranya menggugat Pelindo sangat muda, hanya berdasarkan Temuan, bahwa Perusahaan tersebut terdapat mengangkut Kayu Ilegal Logging , sehingga secara otomatis dapat digugat berdasarkan temuan itu, jangan main main tuntutan tersebut bisa sampai 5 Miliyar, jika putusan bersalah, dari Perdata bisa dialihkan ke pidana, dengan putusan bersalah, yang kemudian putusan bersalah itu dilaporan ke Kepolisian dalam perkara pidana,” tegas Pentolan FKPPI ini.











Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *