Agus Floureze Akan Melaporkan N Terhadap Dugaan Pemerasan 134 Alat Berat Mencatut Nama Kapolres Pohuwato

Nanti diliat si N ini saya laporkan Ke Polres Pohuwato, Polda Gorontalo atau Mabes Polri, tinggal diliat nilai kerugiannya, kalau mencapai Rp. 25 Miliyar laporannya ke Mabes Polri,” ujar Pengacara Nasional berkantor di Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat ini

JAKARTA- Ketua Umum LBH Phasivic Jakarta Pusat yang mewadahi 34 Cabang Raden Mas MH Agus Rugiarto SH yang biasa disapa Agus Floureze Akhirnya Turun Gunung , guna membantu Kapolres Pohuwato AKBP Tedy Rayendra, akibat tuduhan dugaan Pemerasan terhadap Penambang Rakyat di Marisa dan Paguat Kabupaten Pohuwato, yang dilakukan oknum berinisial N yang mengatas namakan Perintah Kapolres.

Menurut informasi di Himpun Ketum LBH Phasivic Jakarta Pusat yang juga Penasehat FKPPI Jakarta Utara bahwa dia telah menemukan bukti bukti keterlibatan oknum N yang diduga meminta uang kepada Penambang Emas dengan jumlah fantastis dimana setiap Alat Berat dimintai Rp. 15 Juta setiap bulan dan Emas 20 Gram setiap 20 Hari .

Peran N yang mencatut Nama Kapolres Pohuwato diduga melakukan Pemerasan terhadap 134 Alat Berat sejenis Ekskavator didaerah Penambang Rakyat, dimana wilayah Marisa sebanyak 56 Alat Berat dan Paguat sebanyak 78 alat berat.

” Jujur kami tidak bisa mendata secara keseluruhan jumlah Pemerasan yang dilakukan N terhadap 134 Alat berat , akan tetapi kami sementara terima bukti Rekaman pembicaraan N dan Penambang dan bukti tanda terima kwitansi,” tegas Agus.

Peran N yang mencatut nama Kapolres ini bermain tunggal, sehingga menurut Agus Dirinya akan melapor N ke Kepolisian mencatut Nama Kapolres dengan rumusan pasal yang dilapor 378 Jo pasal 55 ayat (1) ke 2 KUHP dan sekaligus Pemerasan dan Pengancaman diatur dalam Tindak pidana dalam Bab XXIII KUHP tentang Pemerasan dan Pengancaman, yaitu Pasal 368 sampai Pasal 371 KUHP. Sehingga bisa di komulatif ancaman hukuman 13 Tahun .

” Sehingga N bisa langsung ditahan akibat mencatut Nama Kapolres Pohuwato dengan Pasal Penipuan dan Pemerasan disertai Ancaman kekerabatan,” ujar pengacara Nasional yang berkantor di The Plaza Office Tower Jakarta pusat.

Pengacara Mantan Kapolres palu ini mengatakan, Bahwa Unjuk rasa yang dilakukan Para Penambang ke Polres Pohuwato agar menurunkan Kapolres Pohuwato dianggap salah alamat, seharusnya yang di demo Pelaku N yang mencatut nama Kapolres Pohuwato.

” Lain Kali Para Penambang Jangan Demo Kapolres, Demolah ke N yang membawa bawa nama Kapolres,”.

Dia juga dalam Minggu ini akan melapor resmi N kepihak Kepolisian, agar citra kepolisian kembali bersih.

” Dengan bukti yang ada saya secara resmi akan melapor N dengan Pasal Penipuan, Pemerasan dengan ancaman pemerasan,”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *