Usai Masuk Wilayah Teroris, 60 Hari Bersama Agus Floureze di Pohuwato, Berpotensi Terjadinya Pelanggaran HAM

JAKARTA– Usai Selesai membuat Catatan Jurnalis Peristiwa Pembantaiaan Masyarakat Palolo di Kulawi Sulawesi Tengah, Wartawan Senior yang berprofesi sebagai Pengacara di Kantor The Plaza Office Tower Jakarta pusat, Melakukan Napak Tilas Jurnalis di wilayah Pohuwato.

Ketertarikan melakukan Napak Tilas Jurnalis, karena adanya Konflik antara Masyarakat Penambang dengan Polres Pohuwato yang dituding sangat rawan dengan terjadinya Pelanggaran HAK Asasi manusia.

Dia menambahkan, tidak ada Polisi Polisi menakuti Masyarakat, karena menurutnya ini bukan zaman orde baru.

” Mudah mudah saya Napak Tilas Jurnalis disini tidak ada Konflik yang berdampak terjadinya Pelanggaran HAM,” Tegasnya.

Agus yang dikenal dekat beberapa Jendral di Mabes Polri ini berharap hubungan Polisi dengan Masyarakat Tambang berlangsung damai, tidak ada lagi konflik yang bisa berujung dampak sosial ekonomi .

” Saya berharap juga hubungan Kapolres Pohuwato dan Para Penambang kalau boleh akur akur saja, sehingga isue saling tuduh menuduh tidak berdampak luas” ujar Penasehat FKPPI Jakarta Utara Yg Priok ini.

Disinggung soal berapa lamanya di Pohuwato, dia mencoba melakukan Napak Tilas Jurnalis selama 60 Hari.

” Jika dalam 60 Hari masih ada konflik antara Kapolres dan Penambang , saya tambah lagi 20 hari,” tegas Ketua Umum LBH Phasivic Jakarta Pusat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *