LBH Minta Ke Kapolres Pohuwato Alat Ekskavator Milik Kontrak Karya Segera Diturunkan Agar Polisi Tidak Pilih Kasih

JAKARTA– Belakangan ini Masyarakat Tambang Rakyat Diresahkan dengan adanya oknum Polisi , yang datang ketambang yang sering menekan para Pemilik Alat Berat Ekskavator yang berada di lokasi tambang. Hingga membuat Ketua Umum LBH Phasivic Jakarta Pusat yang juga Penasehat Forum Keluarga Putra Putri TNI -Polri (FKPPI) Jakarta Utara Agus Floureze Angkat Bicara.

Sabtu Kemarin (16/1) Dia mengatakan, seharusnya Kapolres Pohuwato berlaku adil kepada para Pelaku Penambang bukan hanya alat Berat Penambang Rakyat diturunkan, melainkan Seluruh Alat Berat yang berada di Perusahaan Tambang (Kontrak Karya ) Harus diturunkan.

Karena Perusahaan Kontraktor Karya masih Berstatus yang sama dengan Penambang Rakyat.

” Jangan bicara aturan ke saya, Nanti Suruh Baca Putusan MK Tahun 2012 Tentang Pemberlakuan WP sebelum adanya Izin lainnya, jadi Status Kontrak Karya sama status dengan Penambang Rakyat, ” tegas Pengacara Nasional ini.

Dia berharap Kapolres Pohuwato dalam waktu dekat ini , agar bisa menurunkan Alat Berat milik Kontrak Karya.

” Jika tidak bisa Kapolres Membersihkan Alat Berat milik Kontrak Karya, demi rasa keadilan , Penambang Rakyat diperbolehkan menaikan alat berat ke daerah tambang, yang terpenting menerapkan Pencegahan Dampak Lingkungan, diantaranya Normalisasi Sungai, Penutupan Lubang lubang Tambang yang tidak Terpakai, dan Lakukan Penghijauan,” Tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *