RH Lapor RH Ke KPK, Dituduh Menerima Uang US$ 85 ribu Proyek GORR, Dr. Dian Ediana Rae, belum bisa pastikan

Jakarta.- Ketua Gerakan Pemuda Islam (GPI) Jakarta Raya Rahmad Himran (RH), secara terang terangan Pada hari Jumat (22/1) Mengatakan bahwa Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), menemukan belasan transaksi mencurigakan di rekening Gubernur Gorontalo Berinisial RH pada tahun  2012-2017. Lima di antaranya transfer bernilai total US$ 85 ribu ke rekening Bank Mandiri atas nama Rusli Habibie pada 2012, Sehingga pihaknya melaporkan RH ke KPK.

Bukan itu saja, RH Mengatakan Proyek tersebut terkait pembebasan tanah negara seluas 22 kilometer dengan nilai Rp. 3 triliun, terkait Pembangunan GORR di Wilayah Gorontalo, mengorbankan banyak orang menjadi Tersangka, sedangkan RH sebagai Penanggung Jawab Proyek GORR tidak pernah tersentuh hukum.

RH mengatakan, Sejauh ini pendalaman kasus dugaan korupsi GORR belum juga dianggap tuntas, sehingga dia berharap kepada KPK untuk mengambil alih kasus tersebut.

Sebelumnya Gubernur RH tersebut Pernah diperiksa Kejaksaan Tinggi Gorontalo, namun hingga saat ini proses tersebut belum juga mendapatkan Kepastian Hukum.

Selain mendatangi KPK, RH Juga akan berencana akan melakukan aksi demo di KPK pada Kamis (28/1), guna mendesak KPK agar memproses kasus tersebut secara tuntas.

“Selain saya dengan teman teman Membuat laporan, pihak kami dari GPI Jakarta Raya akan menggelar aksi untuk mendesak KPK Agar segera mengambil alih kasus GORR, dimana dalam kasus tersebut diduga terdapat Indikasi korupsi yang diduga dilakukan Gubernur Gorontalo RH, Sedangkan pemberitahuan aksi sudah kami layangkan kepada Dit Intel Polda Metro Jaya seusai saya membuat laporan ke KPK, karena apabila kasus ini dibiarkan maka akan banyak pejabat yang melakukan hal serupa demi kepentingan pribadinya ataupun kelompoknya,” tegasnya

Ketika dilakukan Konfirmasi kepada Ketua PPATK Dr. Dian Ediana Rae, masih belum memastikan bahwa adanya Transaksi uang sebesar US$ 85 Ribu kerekening Gubernur RH.

” Belumm kami liat soal transaksi tersebut,” tegasnya.

Saat dihubungi oleh Wartawan Nasional Suara Merdeka dirumah dinas Gubernur, pihak penjaga Pos mengatakan ” Untuk bertemu Gubernur RH harus janjian dulu,”

AF

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *