Agus floreze Tokoh Pemuda Sulteng Kecam Keras Aksi Bom Bunuh Diri Di Gereja Katedral Makassar

JAKARTA– Agus Floureze Tokoh Pemuda Sulawesi Tengah (Sulteng) yang Telah Sukses di Ibukota Sebagai Pengacara , Komisaris Utama PT Nasional Suara Merdeka, Ketum LBH Phasivic Jakarta Pusat dan Wasekjen KBPP Polri mengutuk keras aksi teror Bom Bunuh Diri  yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar.

Agus Floureze mengatakan, aksi itu sebagai tindakan tidak Manusiawi, keji yang menodai ketenangan hidup bermasyarakat dan jauh dari ajaran serta nilai-nilai agama.

“ Manusia atau Binatang orang itu, yang pasti saya kutuk keras tindakan mereka, dan Apa pun motifnya, aksi ini tidak dibenarkan karena dampaknya bukan hanya pada diri sendiri juga sangat merugikan orang lain,” ujar Tokoh Pemuda Berpengaruh di Jakarta ini.

Atas kejadian itu, Ketua  Raden Muh Agus biasa disapa Agus Floureze mengajak para tokoh agama untuk terus meningkatkan pola pengajaran agama secara baik dan menekankan pentingnya beragama secara moderat.

Menurut Anak didik Mantan Rektor UNTAD Alm. Syahbudin Mustafa ini, bahwa agama apa pun mengajarkan umatnya untuk menghindari aksi kekerasan, sebab akan menggerus nilai-nilai kemanusiaan dan merugikan banyak pihak.

“Tidak ada Rasulullah Nabi Besar Muhammad SAW mengajarkan hal seperti itu, ,” jelas Anak Kelahiran Tompe Sirenja ini.

Agus juga mengajak semua pihak untuk mengutamakan jalan damai dalam menghadapi persoalan seperti dengan dialog, diskusi, silaturahmi dan lain sebagainya. Jika cara dialog dilakukan, dirinya meyakini akan mampu memecahkan masalah yang dihadapi.

Agus juga meminta agar peristiwa tersebut, tidak dikaitkan dengan agama ataupun suku tertentu.

Menurut dia, tidak ada satu pun agama yang mengajarkan kekerasan, apalagi terorisme. Sejatinya semua agama mengajarkan kasih sayang dan kemanusiaan kepada sesama.

“Tindakan ini tidak bisa ditolerir karena jelas-jelas sangat tidak manusiawi dan sangat bertentangan dengan nilai-nilai dari ajaran agama manapun,” katanya.

Selain itu, Ketua Umum LBH Phasivic Jakarta Pusat ini mengajak seluruh masyarakat di Provinsi Sulteng agar tidak terprovokasi dengan terjadinya aksi bom bunuh diri di halaman Gereja Katedral Makassar tersebut.

“Mari kita jaga kerukunan bersama, jangan terprovokasi oleh info-info yang tidak benar atau hoaks yang dapat menimbulkan pemahaman yang berbeda,” imbaunya.

Seperti diberitakan, insiden ledakan yang diduga bom bunuh diri terjadi di sekitar Gereja Katedral, Jalan Kajaolalido, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Minggu, sekira Pukul 10.30 WITA.

Ledakan yang berada di sekitar Polsek Ujung Pandang dan Polrestabes Makassar serta Kantor Balaikota Makassar itu langsung membuat heboh dan aparat kepolisian langsung bergerak ke lokasi kejadian untuk mengamankan lokasi. Ledakan tersebut terjadi saat jemaat gereja sedang beribadah di gereja. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *