NASIONAL
SUARA MERDEKA
July 29, 2021

Kisah Sosok Tokoh Lagendaris Hercules di HUT Grib Jaya Ke 10, Tetap Bersinergi Dengan TNI-Polri

Hercules : Kami tetap Bersinergi dengan TNI dan Polri.

JAKARTA– Siapa yang tak Kenal Hercules, Pasti akan teringat adalah 10 Lagendaris Preman Nasional yang disegani di Indonesia, Sosok legenda preman yang pernah mencekam Tanah Air, berjaya dan ditakuti, sampai menerima julukan ‘kepala preman dari timur’ yang memiliki kedekatan dengan Prabowo Subianto sejak di Timor-Timur.

Ternyata Sosok inilah yang sempat mengantarkan Mantan Walikota Solo menjadi Gubernur DKI Jakarta mengalahkan Incumbent Fauzi Bowo, Di Ibaratkan Dimana ada Partai Gerinda disitulah dia berada.

Sekarang sosok beliau telah Memimpin GRIB sudah Berumur 10 Tahun. Kamis Tadi (1/4) Pukul 14.00 WIB merayakan HUT GRIB Jaya ke 10 dihadiri DPD dan DPC di Hampir Seluruh Daerah.

Tokoh Lagendaris ini mengucapkan pula, terima kasih Kepada Pemerintah Daerah DKI Jakarta, Ormas ormas dan lain sebagainya mendukung Organisasinya GRIB Jaya di Indonesia.

Diapun mengatakan Organisasinya akan bersinergi dengan TNI Polri.

Dalam Sejarahnya, Hercules Merupakan kelahiran Timor Leste ketika wilayah itu masih bernama Timor Portugal. Dia tak menjadi petani kopi seperti orang-orang sekampungnya. Dia memilih jalan hidupnya sendiri hingga namanya berkibar di Jakarta.

Kawan Para Tentara Rosario de Marshall jadi remaja yang tumbuh dalam kekacauan di tanah kelahirannya. Remaja ini lahir sekitar 1960-an. Ketika Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) memasuki kawasan Timor, seharusnya bocah ini sedang asyik menikmati masa-masa sekolah. Berubahnya kondisi politik di daerah jajahan Portugal itu memaksa Rosario terlibat dalam huru-hara.

Pada pertengahan 1970-an, ada dua kubu bertikai di negeri kelahirannya: kelompok pro-kemerdekaan yang bernama Frente Revolucionária de Timor-Leste Independente (Fretilin) melawan kelompok pro-integrasi dengan Republik Indonesia.

Operasi Komodo: Pendahuluan Sebelum Invasi Indonesia ke Timor Timur Orangtua Rosario, seperti dicatat Helene van Klinken dalam Anak-anak Timtim di Indonesia (2014: 123), terbunuh dalam sebuah pemboman di Ainaro pada 1978.

Ketika itu, Rosario masih berumur belasan tahun. Setelah melewati berbagai kekacauan, dia dijadikan Tenaga Bantuan Operasi (TBO) di lingkaran korps baret merah yang bertugas di Timor Timur.

Dalam komunikasi ABRI di radio, Rosario punya nama sandi. Dia diberi nama mirip jagoan Yunani Kuno, Hercules. Panggilan itu sulit untuk tidak diterima banyak pihak.

Laki-laki ini memang dikenal sangar dan bernyali besar, seperti Hercules yang kuat dalam mitologi Yunani.

Kala itu korps baret merah masih bernama Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassanda) dan beberapa saat kemudian berubah menjadi Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Zacky Anwar Makarim, salah satu anggota baret merah di sana, menuturkan bahwa Hercules yang dicap perusuh itu kemudian dijadikan tukang masak, lalu penjaga gudang. Jadi TBO bukan perkara mudah bagi banyak orang Timor Timur.

Intel-intel ABRI selalu waspada. Jangan sampai ada penyusup Fretilin bikin kacau. Menurut penuturan Gatot Purwanto, juga bekas pasukan baret merah di Timor Timur.

Hercules akhirnya dipercaya Kopassus dan tidak dianggap mata-mata Fretilin. “Kan ada juga yang jadi mata-mata, atau pura-pura bantu padahal mencuri peluru atau obat-obatan sedikit demi sedikit,” ujar Gatot. Baca juga: Idjon Janbi, Bule Mualaf Pendiri Kopassus “Di sana saya membantu segala-galanya, hingga memegang gudang logistik Kopassus,” aku Hercules dalam buku Kick Andy: Kumpulan Kisah Inspiratif (2008: 163-164). Hercules pernah masuk acara “Kick Andy” yang dipandu Andy F. Noya. Banyak mantan perwira Kopassus yang pernah bertugas di Timor Timur mengenalnya. “Dia itu anak buah saya,” klaim Gatot. Hercules tidak hanya dekat dengan Gatot dan Zacky.

Yang Pada Akhir, Negara Memberikan Penghargaan bintang jasa seroja karena dianggap berjuang bersama TNI Kopasus yang saat itu di Pimpin oleh bpk Prabowo Subianto untuk mempertahankan NKRI di Timor Timor

Hampir semua orang tahu Hercules juga kawan daripada Prabowo Subianto Djojohadikusumo. Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB), ormas yang dibentuknya, merapat ke Gerindra dan mendukung penuh Prabowo pada Pilpres 2014. Pernah Jaya di Tanah Abang Setelah Indonesia berhasil mencaplok Timor Leste, sekolah-sekolah Indonesia didirikan di sana. Namun, anak-anak yang sudah terbiasa dalam kondisi perang agak kesulitan mengikuti pelajaran sekolah seperti kawan-kawan seusianya. Hercules juga demikian. Akhirnya, ia pun memilih berangkat ke Jakarta.

Helene van Klinken menyebut Makarim lah yang membawa Hercules ke ibu kota Indonesia itu, bersama sepuluh pemuda Timor lainnya. Banyak yang menyebut Hercules dibawa ke Jakarta karena harus dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto. Ia terluka dan membuatnya kehilangan tangan kanan dan mata kiri. Jakarta merupakan kehidupan baru bagi Hercules. Perawatan di rumah sakit tentu saja membosankan. “Saya mau mandiri. Tiba di Tanah Abang, saya tinggal di kolong jembatan,” ujar Hercules.

Sulit bagi Hercules atau kawan-kawan sedaerah asalnya untuk bertahan hidup. Mereka biasa hidup dalam ketegangan. Mereka tak punya keterampilan yang dibutuhkan untuk bertahan hidup di ibu kota. Hercules dan kawan-kawan pun menjalani hidup penuh bahaya, seperti di Timor Timur. Bedanya, bila di Timor Timur dia menjadi TBO, di Jakarta dia menjadi preman. Dalam banyak pemberitaan koran nasional, Hercules digambarkan sebagai kepala preman yang pernah berkuasa di Tanah Abang. Kemana-mana dia selalu menenteng golok dan amat ditakuti lawan-lawannya.

Editing : Agus Floureze Rosario











Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *