Jokowi Hebat, Hak Pencipta Lagu diberikan Haknya Menerima Royalty dari Hiburan Malam, Berikut 14 Perusahan ?

Penulis : Agus Floureze , Pengacara, Jurnalis Senior, Ketum LBH Phasivic Jakarta Pusat

Menarik ini Putusan Presiden Jokowi, selain Mencabut Putusan Miras tidak diperbolehkan Menjual Miras, 30 Maret 2021 Kemarin menandatangani Pula agar Pencipta dibayar Hak Royalty ketika Hiburan malam menggunakan lagu hak ciptanya, bahkan jika tidak membayar Royalty tersebut, Perusahaan Tersebut bisa dikenakan Tindak Pidana Pencurian hak cipta hingga sampai penutupan Perusahaan Hiburan tersebut.

Putusan Tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan/atau Musik.

Terlihat zaman sekarang Tahun 2021 merupakan Zaman Keterbukaan dalam Penerapan Hukum, sehingga terlihat pula sangat berperan sekarang dalam Penindakan adalah Posisi dan Kedudukan :

  1. Kepolisian
  2. Satpol PP
  3. Advokat/Pengacara
  4. LBH
  5. Ormas/LSM

Artinya dalam Aturan tersebut, Seluruh Karoeke , Restourant, Hiburan , Radio yang bersifat Komersial akan dikenakan Royalty pembayaran kepada Pencipta.

Dimana dalam Bunyi Pertimbangan yang sangat menyentuh adalah PP 56/2021 tersebut menerangkan bahwa wujud Untuk memberikan pelindungan dan kepastian hukum terhadap Pencipta, Pemegang Hak Cipta, dan pemilik Hak terhadap hak ekonomi atas lagu dan/atau musik serta setiap Orang yang melakukan Penggunaan Secara Komersial lagu dan/atau musik dibutuhkan pengaturan mengenai Pengelolaan Royalti Hak Cipta lagu dan/atau musik.

Salah satu poin dalam aturan tersebut adalah mengenai kewajiban pembayaran royalti oleh semua orang yang menggunakan lagu atau musik secara komersil dalam bentuk layanan publik kepada pencipta, pemegang hak cipta, atau pemilik hak. Hal ini dijelaskan dalam Pasal 3.

Bunyinya Setiap orang dapat melakukan Penggunaan Secara Komersial lagu dan/atau musik dalam bentuk layanan publik yang bersifat komersial dengan membayar Royalti kepada Pencipta, Pemegang Hak Cipta, dan/atau pemilik Hak Terkait melalui LMKN, bunyi dalam ayat 1 pasal 3.

Dalam Pasal 3 ayat 2 PP Nomor 56 Tahun 2021, diatur 14 tempat dan jenis kegiatan yang akan dikenai royalti terhadap sebuah karya cipta sebagai berikut:

1. Seminar dan konferensi komersial,

2. Restoran, kafe, pub, bar, bistro, kelab malam, dan diskotek,

3. Konser musik,

4. Pesawat udara, bus, kereta api, dan kapal laut,

5. Pameran dan bazar,

6. Bioskop,

7. Nada tunggu telepon,

8. Bank dan perkantoran,

9. Pertokoan,

10. Pertokoan,

11. Pusat rekreasi,

12. Hotel, kamar hotel, dan fasilitas hotel,

13. Bisnis karaoke,

14. Lembaga penyiaran radio.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *