Tabur Bunga, KSAL: Penghormatan Sekaligus Mendoakan 53 Patriot Nanggala

JAKARTA– Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI, Yudo Margono, memimpin upacara tabur bunga bersama 184 anggota keluarga 53 awak kapal selam KRI Nanggala-402, dari atas geladak KRI dr. Suharso-990, di utara perairan Bali, Jumat (30/4/2021).

Upacara tabur bunga tepat di area “On Eternal Patrol” KRI Nanggala-402 itu, untuk memberikan penghormatan sekaligus mendoakan 53 patriot bangsa yang gugur dalam insiden KRI Nanggala-402.

“Pengabdian hingga akhir hayat para ksatria Hiu Kencana tak akan pernah sia-sia, dengan motto “Wira Anantha Rudira” atau tabah sampai akhir, mereka tetap dalam status tugas patroli dalam keabadian atau “On Eternal Patrol”,” kata Laksamana TNI, Yudo Margono, dalam keterangannya, Jumat (30/4/2021).

Gugurnya 53 prajurit TNI AL, menorehkan perasaan duka yang mendalam baik bagi segenap anggota keluarga prajurit, maupun bagi TNI Angkatan Laut, TNI, bangsa, dan negara.

“Selaku Kepala Staf Angkatan Laut, dan atas nama keluarga besar TNI Angkatan Laut, saya mengajak kita senantiasa mendo’akan para prajurit kesatria KRI Nanggala-402, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah Subhanahu Wata’ala memberikan tempat terbaik dan mulia bagi mereka semua di sisi-Nya,” ucapnya.

Ia pun mengatakan musibah ini merupakan catatan kelam dalam sejarah TNI AL, khususnya bagi keluarga besar kapal selam Korps Hiu Kencana.

“Kita bertekad untuk belajar dan memperbaiki segala sesuatunya agar pelaksanaan tugas-tugas operasi dan latihan ke depan dapat berjalan dengan aman dan selamat,” tegasnya.

Yudo, menyebut upacara tabur bunga sebagai bentuk penghormatan dari TNI AL kepada para prajurit yang gugur.

“Jauh di dasar laut ini telah terbaring para prajurit pemberani KRI Nanggala-402 dalam keheningan dalamnya laut. Namun jiwa dan semangat tetap menyulut kami yang akan meneruskan perjuangan mereka,” katanya.

Sebelumnya, untuk mengangkut 184 anggota keluarga para awak KRI Nanggala-402 ke acara tabur bunga, Panglima TNI Marsekal TNI, Hadi Tjahjanto, mengerahkan tiga unit pesawat TNI AU Boeing 737 dari Lanudal Juanda, Surabaya, menuju Bandara Udara Blimbing Sari, Banyuwangi.

Pukul 08.15 WIB, Laksamana TNI, Yudo Margono, bersama keluarga prajurit KRI Nanggala-402 berangkat menuju tempat tabur bunga dengan menggunakan KRI dr. Soeharso-990, dari Dermaga Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Usai tabur bunga, KSAL menegaskan tetap akan mengupayakan pengangkatan badan kapal selam KRI Nanggala-402 dari dasar laut.

“TNI AL tetap akan berusaha mengangkat KRI Nanggala dari dasar luat, Namun, proses pengangkatan memerlukan perencanaan matang lantaran kapal ada di kedalaman 838 meter,” ujarnya.

Prosesi tabur bunga, dikawal KRI, yakni KRI I Gusti Ngurah Rai-332, KRI Pulau Rengat-711, KRI Bontang-907, KRI Soputan-923 dan KRI Rigel-933, yang juga bertugas untuk mengamankan lokasi pelaksanaan tabur bunga.

Selain KRI terdapat pula kapal Singapura MT. Swift Rescue Singapore, kapal Malaysia MV. Mega Bakti, KN Tanjung Dato milik Bakamla, KN Kamayana Basarnas dan KP Barata Baharkam milik Polri serta 1 Heli Panther TNI AL.

Turut hadir dalam upacara tabur bunga, Ketua Umum Jalasenastri Ny. Vero Yudo Margono, Inspektur Jenderal Angkatan Laut (Irjenal) Laksda TNI Moelyanto, M.Si (Han), para Asisten Kasal, para pimpinan Kotama, para Kepala Dinas jajaran Mabesal dan Forkopimda Banyuwangi.

Diketahui, KRI Nanggala-402 dinyatakan tenggelam di perairan Bali pada Rabu (21/4/2021) dini hari. Sebanyak 53 prajurit baret hitam penunggang monster bawah laut KRI Nanggala-402, dinyatakan gugur dalam tugas.

PENULIS : M. RAIN DALING, S.Hum / NSM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *