NASIONAL
SUARA MERDEKA
July 27, 2021

Dukungan Penuh Mahfud MD Dalam Pembangunan Lapas Terintegrasi di Pasuruan

JAKARTA– Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD mendukung penuh terealisasinya pembangunan lembaga pemasyarakatan (lapas) baru yang terintegrasi dengan pusat rehabilitasi pecandu narkotika dan pondok pesantren di Pasuruan, Jawa Timur.

Hal itu ditegaskan Mahfud MD usai meninjau dan berkeliling Lapas kelas II B Kota Pasuruan, Minggu (2/5/2021). Mahfud yang ditemani Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Wakil Wali Kota Adi Wibowo juga melihat langsung hasil kreativitas warga binaan.

“Saya melihat cukup berhasil apa yang sudah dilaksanakan oleh lapas,” kata Mahfud MD saat berkunjung ke Lapas Kelas II B Pasuruan, Minggu.

Gus Ipul dan Adi Wibowo sebelumnya memang sudah mengusulkan revitaliasi lapas kelas II B Kota Pasuruan dengan alasan overload. Jumlah penghuni lapas, melebihi dari angka standarnya. Lapas Kota Pasuruan ini memiliki daya tampung 260 orang, namun dihuni 870 orang.

Secara terpisah, Gus Ipul berencana akan menjadikan Lapas kelas II B Kota Pasuruan ini sebagai museum ketika sudah direvitalisasi.

Gus Ipul berharap, pembangunan lapas terintegrasi ini bisa memberikan banyak opsi fasilitas terkait rehabilitasi psikis. Kedua, memudahkan mobilisasi dalam setiap tahap pembinaan dan terakhir bisa memanusiakan manusia.

“Mudah – mudahan lapas terintegrasi ini terwujud. Kami sudah siapkan tiga lahan dengan luas rata – rata 5 hektar. Tinggal ditentukan saja. Yang jelas, kami akan siapkan segala kebutuhan. Kalau anggaran dari pusat,” ujarnya.

Mahfud berharap proses pembangunan lapas yang baru dapat segera terlaksana, sehingga salah satu permasalahan klasik di lapas, yaitu overcrowded dapat segera diatasi.

“Doakan lancar sehingga tahun ini sudah bisa dimulai,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Mahfud juga mendorong bahwa pembangunan lapas baru yang terintegrasi dengan pusat rehabilitasi pecandu narkotika dan pondok pesantren akan menjadi percontohan nasional.

Dalam kunjungannya, Mahfud mengawali dengan menyambangi Blok D2 dan D3 yang juga dimanfaatkan sebagai Ponpes Daarut Taubah. Mahfud sempat berhenti melihat kegiatan para santri yang tengah istigotsah. Mahfud tampak khidmat menyaksikan WBP merapalkan kalimat suci.

Kakanwil Kumham Jatim Krismono menjelaskan bahwa santri tersebut adalah program unggulan Lapas Pasuruan dan setiap angkatan berjumlah 100 orang.

“Dengan kurikulum selama enam bulan. Jika lulus, akan diwisuda. Sudah ribuan alumni dari ponpes Lapas Pasuruan ini,” ujar Krismono.

Setelah itu, kunjungan dilanjutkan ke bengkel kerja. Mahfud menyaksikan proses penjahitan sarung, merangkai surban, hingga turut serta dalam proses akhir di meja Quality Control (QC).

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu tampak teliti memeriksa satu persatu hasil kerja WBP. Ia melihat satu persatu jahitan sarung yang sudah dikerjakan oleh WBP tersebut dengan cermat.

Dimas Pamungkas











Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *