NASIONAL
SUARA MERDEKA
July 27, 2021

Geram Atas Rentetan Aksi Teror KKB-OPM, Pemerintah Sematkan Label Teroris Pada KKB Papua

JAKARTA – Pemerintah Pusat telah menyematkan label Teroris kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua dan segala nama organisasi dan orang yang berafiliasi di dalamnya. Hal tersebut disampaikan pemerintah melalui Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD.

“Pemerintah menganggap bahwa organisasi dan orang-orang di Papua yang melakukan kekerasan masif dikategorikan sebagai teroris,” ujar Mahfud MD, dalam konferensi pers di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (29/4) lalu.

Mahfud menjelaskan, keputusan pemerintah tersebut merujuk pada Undang-undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Dirinyapun telah meminta TNI dan Polri bekerjasama untuk segera melakukan tindakan memberantas ulah para teroris di Papua tersebut.

Adapun beberapa catatan aksi teror yang dilakukan KKB baru baru ini adalah pembunuhan tukang ojek di Kampung Ilambet, Ilaga pada tanggal 9 Februari 2021. Selain itu melukai seorang perempuan di Kampung Juguloma, Beoga dengan senjata tajam tanggal 18 Februari 2021.

Kemudian kontak tembak antara Paskhas dengan KKB di Bandara Amingganu tanggal 19 Februari 2021. Pembunuhan terhadap dua orang guru SD dan SMP di Kampung Juguloma pada tanggal 8 dan 9 April 2021. Dilanjutkan dengan aksi pembakaran helikopter milik PT. Arsa Air di Bandara Aminggaru, Ilaga tanggal 11 April 2021 dan pembakaran rumah Kepala Sekolah SMP dan anggota DPRD di Kampung Juguloma, Beoga tanggal 13 April 2021.

KKB juga dituding melakukan pembunuhan tukang ojek di Kampung Eromaga, Distrik Omukia tanggal 14 April 2021 serta pembunuhan pelajar SMAN 1 Ilaga di Kampung Ulomi tanggal 15 April 2021.

Aksi terus berlanjut dengan pembakaran yang menghanguskan rumah Kepala Suku dan guru di Kampung Dambet, Beoga tanggal 17 April 2021. Terakhir dan paling menyita perhatian pemerintah adalah saat terjadinya penembakan yang menewaskan Kabinda Papua Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha di Kampung Dambet, Beoga tanggal 25 April 2021 lalu.

Gugus Tugas Papua PPKK Fisipol UGM dalam laporannya juga mencatat bahwa selama 10 tahun terakhir sejak 2010 sampai 2020, pelaku kekerasan di Papua terbanyak dilakukan KKB, yakni sebanyak 118 kasus.

Berdasarkan hasil riset yang sama, disebutkan bahwa mereka yang menjadi korban meninggal dari tindak kekerasan yang terjadi adalah sebanyak 356 orang, dari masyarakat sipil serta TNI dan Polri sebanyak 93 persen, sisanya sebanyak 7 persen adalah anggota KKB.

Merespon sikap Pemerintah RI atas pemberian label teroris tersebut, beredar luas diberbagai media nasional pernyataan tegas KKB dan OPM yang menyebutkan bahwa aparat militer Indonesia lah yang selama ini menyerang warga sipil. Bahkan Dewan Diplomatik OPM, Amatus Akouboo Douw menegaskan jika Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat tak pernah menyerang penduduk sipil Indonesia.

Amatus juga mengatakan jika pasukannya tidak segan menyerang warga sipil apabila pemerintah Indonesia tidak mencabut kebijakan militer di Bumi Cendrawasih dan masih terus melanjutkan program teror dan genosida terhadap penduduk sipil Papua Barat (seperti yang terjadi selama hampir 60 tahun) dan masyarakat internasional tidak melakukan intervensi.

“Pejuang kemerdekaan TPNPB OPM akan mengumumkan kampanye memusnahkan tidak hanya militer Indonesia yang menduduki (Papua) secara ilegal, tetapi juga orang Jawa ilegal dan pemukim Indonesia lainnya yang semakin mencuri tanah suci dan sumber daya orang Papua Barat,” pungkas Amatus.

Sudrajat











Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *