NASIONAL
SUARA MERDEKA
July 27, 2021

Kemenkes: Waspadai Penularan Varian Baru dan Lonjakan Kasus seperti India

JAKARTA– Kemenkes sudah mendeteksi adanya 10 kasus varian baru B 177 di Indonesia. Jubir vaksinasi COVID-19 dr. Siti Nadia Tarmizi  mengatakan bahwa, hal ini menjadi perhatian bersama karena varian baru tersebut ada yang sudah merupakan transmisi lokal.

Varian baru mutasi B117 telah ditemukan di Indonesia, transmisi lokal varian ini sudah terjadi di Kabupaten Karawang, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Sumatera Utara, dan Provinsi Kalimantan Selatan.

Dari beberapa penelitian, termasuk di Inggris, mutasi B117 terbukti dapat menular lebih cepat dari virus corona lama. Kecepatan mutasi virus ini mencapai 70 persen menular lebih cepat. Mutasi tersebut dikhawatirkan dapat menghasilkan varian lain yang berpotensi lebih membahayakan, karena membuat pandemi jadi tak kunjung usai.

Salah satu antisipasi utama untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus dan termasuk mengatasi penularan varian baru, maka perlu ada pembatasan mobilitas.
Peningkatan kasus yang terjadi di berbagai negara menjadi kewaspadaan bersama. Kasus di India yang saat ini sudah hampir mencapai angka 18 juta kasus COVID-19 dengan 200 ribu sampai 300 ribu konfirmasi kasus positif. Selain itu, patut diwaspadai bahwa  kematian di India terjadi setiap 4 menit yang disebabkan oleh kasus ini. Hal tersebut bisa menjadi pembelajaran untuk Indonesia jangan sampai mengalami hal yang sama.

Ada beberapa negara seperti Turki sudah memasuki kondisi lockdown akibat adanya peningkatan kasus, juga Jepang sudah mencapai 1000 kasus infeksi barunya. Kemudian, kasus di Singapura telah mencapai 16 kasus komunitas.

”Perlu kembali kami tekankan bahwa negara-negara ini terutama negara-negara yang bertetanggaan dengan kita berada di Asia sudah melakukan kewaspadaan dan sudah memperlihatkan adanya peningkatan kasus COVID-19,” jelas dr. Nadia pada konferensi pers secara virtual, Jumat (30/4) di Jakarta.

Ia menambahkan walaupun sudah membatasi mobilitas harus tetap melaksanakan protokol kesehatan. Hal tersebut menjadi kunci untuk menekan laju penularan.

Nadia juga mengatakan biasanya jumlah kasus di Indonesia antara di bawah 5 ribu atau 4 ribu, atau paling sedikit 5.500. Faktanya dalam kasus dekat ini mengalami kenaikan sebanyak 5.800 kasus artinya ada tambahan sebanyak 600 kasus. Dari jumlah kenaikan kasus tersebut tentunya menjadi kewaspadaan.

Laila Sabila











Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *