NASIONAL
SUARA MERDEKA
July 29, 2021

Kemenparekraf Petakan Empat Subsektor Potensial di Kabupaten Toba Sumut

Toba, 4 Mei 2021 – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) memetakan empat subsektor yang berpotensi dikembangkan dan diunggulkan di Kabupaten Toba, Sumatera Utara, melalui program Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I). Keempat subsektor tersebut yakni, fesyen, kuliner, kriya, dan seni pertunjukan.

Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Selliane Halia Ishak, saat memberikan sambutan dalam acara Penandatanganan Berita Acara Hasil Uji Petik PMK3I, di Kantor Bupati Toba, Senin (3/5/2021), mengatakan PMK3I ini bertujuan untuk mengetahui dan menetapkan subsektor ekraf yang bisa menjadi unggulan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Toba, yang merupakan salah satu destinasi super prioritas (DSP) tanah air.

“Ini sebagai bentuk komitmen para stakeholder pariwisata untuk memajukan sektor ekonomi kreatif di daerahnya,” katanya.

Berita Acara Hasil Uji Petik PMK3I yang diselenggarakan Direktorat Infrastruktur Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf pada 29 April – 1 Mei 2021 tersebut ditandatangani oleh para aktor pentahelix di Kabupaten Toba dan Wakil Bupati Toba Tonny M. Simanjuntak sebagai pihak yang menyetujui komitmen-komitmen tersebut.

Penandatanganan disaksikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara Ria Nofida Telaumbanua, Kabag Kelembagaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Toba, Dora Sibarani, dan seluruh pentahelix ABCGM yang hadir memberikan komitmennya untuk memajukan sektor ekraf di sekitar kawasan Danau Toba.

Seperti diketahui kegiatan ini merupakan satu program unggulan yang sudah berjalan sejak 2016 melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Program ini bertujuan untuk melakukan pemetaan ekosistem, potensi, best practice, dan permasalahan pengembangan sistem ekonomi kreatif kabupaten/kota. Kegiatan PMK3I dilakukan secara bottom up. Jadi Pemerintah kabupaten/kota yang akan mengajukan data untuk diverifikasi oleh Kemenparekraf yang nantinya akan diseleksi menjadi Kabupaten/Kota Kreatif yang saat ini sudah ditetapkan sebanyak 10 kota.

“PMK3I yang berlangsung sejak 2016 hingga saat ini sudah terdapat 60 kabupaten/kota yang melakukan uji petik, 361 kabupaten/kota yang telah bergabung dan 5.590 aktor yang telah terdaftar. Nantinya kami akan menyeleksi 10 lagi jadi total 20 untuk ditetapkan menjadi Kabupaten/Kota Kreatif pada 2022,” katanya.

Kegiatan PMK3I ini sendiri terdiri dari beberapa tahapan kegiatan yang masing-masing perlu dijalani oleh kabupaten/kota, dimulai dari pengisian borang/formulir oleh keempat aktor/pelaku ekonomi kreatif yaitu Akademisi, Pebisnis, Komunitas, Pemerintah, dan Media (ABCGM), uji petik lapangan, penandatanganan berita acara uji petik, hingga monitoring kegiatan.

Pada kegiatan uji petik kali ini Kemenparekraf melaksanakan verifikasi langsung ke lapangan kepada 13 lokasi/pelaku dari 4 subsektor tersebut untuk berdiskusi dan melakukan wawancara kepada para pelaku.

Pada hari pertama (29/4/2021) tim asesor uji petik Kemenparekraf mengunjungi Pizza Andaliman, Sekka Craft, Hello Toba, dan Batikta. Dilanjutkan pada hari kedua (30/4/2021) mengunjungi pusat pengrajin tenun di Desa Meat, Nanda Ulos, Sanggar Kreatif Utte, pusat kuliner Tabo Toba, Pahat Gorga Pak Toni, Kilang Diva Tenun ATBM, Jesral Tambun Gorga, Sanggar Nommensen, dan Sanggar Seni Bona Fide Paroki Santo Yoseph Balige.

“Berdasarkan kegiatan tersebut, para perwakilan aktor ABCGM bersepakat bahwa subsektor kriya memiliki kekuatan terbesar dari sisi historis, dan budaya yang kuat; serta keunikan yang mencerminkan budaya masyarakat Toba yang memiliki peluang untuk menjadi daya ungkit subsektor ekonomi kreatif lain,” kata Selliane Halia Ishak.

Sementara itu, Wakil Bupati Toba Tonny M. Simanjuntak, menjelaskan pihaknya mendukung pelaksanaan PMK3I dan berterima kasih atas dukungan dari Kemenparekraf untuk perhatian yang diberikan kepada Kabupaten Toba dalam menggali sektor ekonomi kreatif unggulan sehingga bisa menyejahterakan masyarakat sekitar.

“Kami berterima kasih ke pemerintah pusat. Untuk itu kami sangat mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif harus berjalan seiringan. Keindahan tempat kami tidak kalah dengan provinsi lain di Indonesia. Hanya perlu sentuhan kreativitas dan peningkatan SDM. Semoga empat subsektor ini menjadi diandalkan dan berhasil. Kami akan pantau dan penilaian ini bisa terwujud di tahun 2022,” katanya. (HSMY).











Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *