NASIONAL
SUARA MERDEKA
July 27, 2021

Belanja Saat Pandemi, Lebih Puas Offline Ketimbang Online

JAKARTA — “Rasa takut itu pasti ada. Tapi ya, namanya saya juga pedagang, harus ke sini karena di sini kan pusat grosir, yang penting protokol kesehatan, ” terang Ana disela istirahat.

Dikutip dari Tribunnews.com, Rabu (20/01/2021), Wakil Direktur Pendidikan dan Penelitian RS UNS, dr Tonang Dwi Ardyanto mengatakan bahwa efektifitas vaksin Sinovac buatan China di Indonesia 65,3 persen memang tidak sepenuhnya mencegah penularan Covid-19 (Inza Maliana: Soal Efektivitas Vaksinasi Covid-19, Pakar: Memang Masih Mungkin Terinfeksi, Tapi Tak Timbul Gejala)

Kondisi demikian menjadi pelik ketika melihat keadaan bahwa banyak sekali masyarakat datang ke Pasar Tanah Abang sebagai pusat grosir tekstil terbesar di Asia Tenggara. Lonjakan pengunjung Pasar Tanah Abang kini memang tidak bisa dipungkiri cukup tinggi. Di musim lebaran yang tinggal menghitung hari, kebutuhan masyarakat ‘didesak’ untuk terus melengkapi isi lemari. Kondisi demikian lumrah untuk tidak dapat dielak. Walhasil, kekhawatiran masyarakat akan resiko tertular Covid-19 di tengah kerumunan jadi terabaikan. Bagi sebagian masyarakat, mengabaikan rasa khawatir dengan tetap menggunakan masker seakan jadi tameng terakhir berada di tengah kerumunan. Disini, peran pihak pengelola pasar yang telah bekerja sama dengan pihak TNI dan kepolisian dengan terus memberikan pengamanan dan informasi bahkan berupa teguran disiplin protokol kesehatan berperan sangat penting. Terbukti dengan adanya Posko Terpadu Protokol Kesehatan Pasar Tanah Abang.

Sebenarnya, berbagai macam pilihan belanja online bisa dengan mudah didapat, kemudahan transaksi atau metode pembayaran bisa dilakukan di mana saja seturut kehendak pembeli. Namun yang jadi persoalan adalah ketika rasa puas terhadap bentuk, rasa nyaman dan ukuran barang yang dapat disentuh lebih diutamakan ketimbang sekedar melihat tanpa bisa menyentuh produk. Juga muncul ketakutan jika barang yang dibeli online tersebut tidak sesuai harapan saat digunakan, ongkos kirim yang terlalu mahal atau barang yang sudah dibeli tidak bisa dikembalikan. Hal tersebut memang kadang terjadi, seperti yang diamini Elvia, salah seorang pengunjung Pasar Tanah Abang, “kadang kan kalau misalkan online itu tidak sesuai harapan. Kadang bagus kadang jelek. Kalau online mah kan cuma lihat-lihat dari foto saja, ” tutupnya sebelum menyudahi istirahat.

Kepuasan konsumen terhadap suatu produk dengan menyentuh langsung lebih memberikan respon yang persuasif terhadap keputusan jadi atau tidaknya membeli ketimbang belanja lewat situs online. Dengan kondisi demikian, penggunaan masker di tengah kerumunan ternyata dapat menepikan kekhawatiran terhadap resiko penularan Covid-19 dan disini jaga jarak jadi hal yang terkadang sulit diterapkan.











Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *