NASIONAL
SUARA MERDEKA
August 4, 2021

Kabareskrim Polri Minta Penyidik Hentikan Permain Kotor dalam Proses Penyelidikan dan Penyidikan

JAKARTA– Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto memberikan pengarahan kepada jajaran kewilayahan untuk mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19, 4 Mei 2021, Selasa.

Pada kesempatan itu ia mengingatkan seluruh anggota POLRI untuk menghentikan permainan kotor.

Terutama permainan kotor di bidang pelayanan penyelidikan maupun penyidikan kepolisian.

Hal itu diungkapkannya melalui video conference yang disaksikan juga oleh Kapolda, Dirreskrimum, Dirreskrimsus, dan Dirnarkoba dari seluruh Indonesia.

Di awal, Agus mengungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mencanangkan pertumbuhan ekonomi nasional triwulan kedua sebesar 5%.

Presiden Jokowi mengingatkan tiap-tiap kepala daerah agar mempercepat belanja modal dan belanja barang.

“Sebagaimana yang sudah saya sampaikan, Bapak Kapolri juga telah menyampaikan lebih dari dua kali, meminta kepada para Kapolda untuk ikut berpikir, memikul, dan bertanggung jawab dalam mewujudkan hal tersebut,” kata Agus.

Komjen Agus menyampaikan program-program harus dilakukan pengamanan, pengawalan, asistensi, untuk menghindari kesalahan.

“Bukan kolaborasi dan parahnya justru berkonspirasi yang pada akhirnya menjadikan obyekan, minta jatah, mencari-cari kesalahan sehingga mengganggu-menghambat dan mengurangi capaian target yang diharapkan pemerintah,” lanjut dia.

Agus mengatakan, masyarakat sangat terdampak akibat pandemi Covid-19 baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi.

Maka dari itu itu ia meminta jajaran Polri untuk tidak menambah beban masyarakat dengan permainan kotor pelayanan penyelidikan dan penyidikan kepolisian.

“Hentikan yang seperti itu. Bekerja baik dan membela yang benar saja, enggak susah kita,” jelasnya.

Agus juga mengingatkan dalam menghadapi pandemi penegakan hukum merupakan upaya terakhir yang dilakukan kepolisian setelah terlebih dahulu melakukan upaya preemtif dan preventif yang menyasar akar masalah.

Di sisi lain, Agus juga mengingatkan jajaran yang bertugas di reserse narkoba untuk benar-benar menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam menangani perkara.

“Untuk Narkoba, jangan ceroboh dan aneh-aneh,” tegasnya.

Mafani Fidesya, S.I Kom | Wartawan NSM











Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *