NASIONAL
SUARA MERDEKA
August 5, 2021

Pulau Kecil di Perbatasan Filipina Menjadi Wilayah Tambang Emas

Jakarta – Menjadi bagian dari Sulawesi Utara, yang terletak di antara Pulau Sulawesi dan Pulau Mindanao (Filipina). Pulau Sangihe, pulau kecil seluas 736 km per segi ini, lebih dari sebagiannya telah menjadi wilayah tambang emas.

Lebih dari setengah luas Pulau Sangihe di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara ini ditetapkan sebagai wilayah pertambangan emas milik PT Tambang Mas Sangihe. Sekitar 25 organisasi Masyarakat di Kepulauan Sangihe pun meresponsnya dengan berbagai macam penolakan. Mereka khawatir akan terjadinya kerusakan alam, sehingga koalisi 25 organisasi Masyarakat pun menolaknya.

Dari data Minerba One Map Indonesia Kementerian ESDM menunjukkan, bahwa PT Tambang Mas Sangihe (TMS) telah mengantongi kontrak karya pertambangan emas di paruh Selatan Pulau Sangihe seluas 42.000 hektar. Wilayah itu merupakan setengah bagian dari luas pulau Sangihe.

Hal ini diungkapkan oleh anggota DPRD Sulawesi Utara, Winsulangi Salindeho dari dapil Nusa Utara (Sangihe, Sitaro, dan Talaud). “Adanya izin kepada PT TMS ditolak Masyarakat.” Ungkap Wisnulangi. Ia juga mengatakan, penolakan tersebut disampaikan oleh para generasi muda dan perwakilan dari Badan Adat.

“Alasan mereka itu, bahwa aktivitas pertambangan bisa merusak kondisi alam, juga lingkungan beserta sumber air bersih.” Imbuhnya. Dalam kesempatan itu juga, politikus partai Golkar ini pun berharap supaya jangan ada lagi izin, apalagi dalam jangka waktu yang cukup lama.

“Saya sendiri memang berharap juga jangan ada izin. Apalagi izin yang diberikan untuk waktu kelola kurang lebih 35 tahun. Pulau Sangihe adalah pulau kecil, akan rusak jika dilakukan pertambangan emas selama 35 tahun.” Tambahnya.

Perlu diketahui luas Pulau Sangihe ini sekitar 736 KM per segi, dan luas tambang emas yang diberikan kurang lebih 42.000 hektar. Itu sudah lebih dari separuh luas pulau Sangihe sendiri.

Oleh Trisna Bayu Windya











Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *