NASIONAL
SUARA MERDEKA
August 4, 2021

Komitmen ! Perusahaan Batu Bara Tekan Emisi Karbon dan Transisi Energi

Jakarta Para pelaku usaha tambang menyadari jika batu bara merupakan penyumbang emisi karbon dioksida atau gas rumah kaca yang cukup besar. Terutama dari aktivitas pertambangan maupun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Pandu Sjahrir selaku Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Batu Bara Indonesia (APBI) bakal mendukung sepenuhnya rencana pemerintah dalam menekan emisi gas rumah kaca. Apalagi kegiatan pertambangan batu bara dan PLTU yang sangat berkontribusi hingga sepertiga dari total emisi karbon yang dihasilkan saat ini, yang mencapai kisaran 1.263 giga ton.

“Kami melihat keinginan pemerintah Indonesia mencapai net zero emission pada 2060 menjadi sangat penting.” Ujar Pandu dalam acara CEO Talks Webinar, Rabu (5/5).

Ia juag menuturkan, menurutnya perkembangan teknologi di sektor pertambangan batu bara dan PLTU memiliki peranan yang sangat penting untuk dapat berkontribusi dalam menekan jumlah emisi karbon. Misalnya, seperti teknologi carbon capture utilization storage.

Oleh sebab itu, sangat diperlukan strategi yang tepat untuk diterapkan di lingkup sektor pertambangan. Seperti peralihan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari solar ke biodiesel B30 untuk operasional kegiatan tambang, PLTS atap untuk sumber energi listrik (menggantikan genset), serta teknologi ultra supercritical untuk meningkatkan efisiensi dan menekan polusi yang dihasilkan PLTU.

APBI pun juga akan melakukan kajian dengan pihak ketiga untuk mempelajari skema carbon credit dan perdagangan karbon untuk para pelaku usaha tambang. “Jadi dengan adanya langkah-langkah ini, 2 hingga 3 tahun ke depan akan ada transformasi industri besar menjadi negara net zero emission.” Ungkapnya.

Oleh Trisna Bayu Windya











Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *