NASIONAL
SUARA MERDEKA
July 27, 2021

Cukup Sampai Era New Normal; Masyarakat Harus Segera Disiplin Protokol Kesehatan

Jumat 07 Mei 2021 10.15 WIB
Pewarta: Andri Al Victor

JAKARTA — Pemerintah saat ini sulit untuk bisa terus menerus membatasi pergerakan masyarakat terkait Covid-19. Terbukti, masih terlalu banyak masyarakat yang ‘ngeyel’ dengan larangan, aturan dan tak peduli dengan informasi resiko penularan Covid-19 yang masih bisa terjadi. Frase ‘aturan itu untuk dilanggar’ mungkin sepenuhnya benar.

Apa yang dilihat akhir-akhir ini di Pasar Tanah Abang merupakan bukti yang sulit dicegah. Dengan menutup Pasar Tanah Abang pasti bukan keputusan yang bijak apalagi tepat, karena dampak sosial dan perekonomian sekitar pasar pasti akan amblas tak karuan.

Oleh karena itu, pemerintah dengan segala kehati-hatiannya selalu menyusun strategi untuk mencegah penularan Covid-19 di era New Normal ini. Seperti yang pernah dijelaskan oleh Achmad Yurianto, (28/05/20), Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19, bahwa adaptasi terhadap perilaku hidup bersih dan sehat, rajin cuci tangan pakai sabun, pakai masker saat keluar rumah, jaga jarak aman dan menghindari kerumunan diharapkan menjadi kesadaran kolektif masyarakat yang bisa berjalan dengan baik. Kondisi yang akhir-akhir ini ramai dibicarakan di Pasar Tanah Abang adalah salah satu contoh dari apa yang juga terjadi di banyak tempat lain, dari pasar lokal sampai pasar modern, dari supermarket sampai mal-mal besar, dari cafe sampai warung-warung kecil dengan segala peraturan dan protokol kesehatan yang diterapkan, tetap tidak bisa menghindari kerumunan. Disini, tingkat kesadaran masyarakat sangat berperan penting.

Menjelang hari raya idul fitri, budaya membeli seperti yang terjadi di Pasar Tanah Abang itu semakin menjadi – jadi. Mirisnya lagi, ketika masker yang dipakai hanya formalitas untuk bisa masuk ke dalam Pasar Tanah Abang yang dijaga personel keamanan, setelah jauh dari pantauan, masker hanya menutup dagu. Pantauan Nasional.Suara Merdeka pada kamis (06/05/21) semakin banyak pengunjung yang tidak peduli terhadap protokol kesehatan, teguran dari pihak keamanan hanya angin lalu.

Membiasakan diri hidup di tengah resiko penularan Covid-19 tanpa disiplin protokol kesehatan jadi hal yang seolah terjadi belakangan ini. Padahal masyarakat Indonesia harus terus menerapkan gaya hidup New Normal. Ditambah lagi bahwa varian baru virus Corona sudah tersebar di beberapa kota di Indonesia. Dikutip dari Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI, Selasa (04/05/21), diantaranya; varian B. 117 ada 2 kasus di Sumatera Utara, 1 kasus di Sumatera Selatan, 5 kasus di Jawa Barat dan masing-masing 1 kasus di Banten, Bali, Jawa Timur dan di Kalimantan Timur. Varian B. 1351 ada 1 kasus di Bali sementara virus Corona Varian B. 1617 ada masing-masing 1 kasus di Kepulauan Riau dan DKI jakarta. Menurut Jubir Vaksinasi Kementerian Kesehatan RI, dr Siti Nadia Tarmizi, M. Epid, “…varian B. 117 ini diketahui memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi sekitar 36 sampai 75% dibandingkan dengan jenis virus yang beredar sebelumnya.” Masih menurut Nadia, bahwa mengurangi mobilitas dan memahami dengan benar anjuran atau larangan pemerintah sebagai upaya mencegah penularan yang semakin meluas adalah langkah yang harus dilakukan masyarakat (Rokom. Redaksi Sehat Negeriku).

Jelas bahwa dengan kondisi tersebut, masyarakat harus segera mematuhi disiplin protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Harapannya di kemudian hari tentu tidak ada lagi era paling baru dari era new normal seperti saat ini.











Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *